You are here
Home > Berita > Kemacetan Samarinda Menjadi Momok Masyarakat Samarinda

Kemacetan Samarinda Menjadi Momok Masyarakat Samarinda

Samarinda (ANTARA News – Kaltim ) – Jika anda merasakan bahwa kondisi lalu lintas di Kota Samarinda (Kaltim) setiap hari kian padat maka hal itu semata-mata bukan perasaan anda semata namun begitulah kondisi riil terjadi.

Bahkan, berbagai pihak memperkirakan jika tidak ada langkah cerdas dan sistematis dalam mengantisipasinya, maka nasibb Kota Samarinda akan sama seperti Kota Jakarta dalam hal kemacetan lalu lintas.

Program untuk mengantisipasi hal itu, misalnya memperpanjang serta memperlebar jalan raya, serta menata kembali kawasan perkotaan, antra lain membangun kawasan baru untuk pusat pemerintahan (perkantoran), pusat bisnis dan untuk berbagai zona lainnya.

“Salah satu faktor utamanya adalah pertumbuhan kendaraan (roda dua maupun roda empat) yang tinggi, yakni 133 unit bertambah per harinya,” kata . Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda, Komisaris Handoko di Samarinda, Senin mengungkapkan kondisi yang menyebabkan lalu lintas yang kian macet di “Kota Tepian” itu.

Ia menyatakan bahwa jika kondisi itu tidak segera diatasi baik menekan pertambahan kendaraan maupun memperpanjang dan memperluas jalan raya, maka dipastikan dalam beberapa tahun kedepan, kota dibelah Sungai Mahakam itu akan mengalami kemacetan parah.

“Jadi, sinyalemen Kota Samarinda tiga tahun akan datang akan mengalami kemacetan seperti di Jakarta bisa terjadi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa laju pertumbuhan kendaraan baik roda dua maupun roa empat mencapai 3500 hingga 4000 unit per bulan dan itutu belum termasuk kendaraan mutasi atau yang mampir di Samarinda.

“Jadi coba anda bayangkan bagaimana macetnya Samarinda jika pertumbuhan kendaraan tidak diimbang pertambahan jalan,” katanya mengungkapkan.

Pertumbuhan kendaraan yang tidak diiringi pelebaran dan penambahan jalan itu kata Handoko membuat Kota Samarinda terus dilanda kemacetan, khususnya pada jalur utama di kota itu.

“Masalah kemacetan sudah menjadi dinamika Kota Samarinda, dan jika tidak segera diatasi maka masalah itu akan terus berlanjut hingga menjadi sebuah permasalahan yang sangat kompleks sebab tidak hanya mengganggu aktifitas masyarakat tetapi juga sektor lainnya seperti distribusi sembako,” kata Kasat Lantas Polresta Samarinda itu.

Pola pengaturan lalu lintas menjadi salah satu upaya mengatasi kemacetan yang setiap hari terjadi di Kota Samarinda, katanya.

“Kami menempatkan personil pada setiap jalan rawan terjadi kemacetan. Namun, upaya ini bukan solusi utama sebab yang paling dibutuhkan adalah perluasan dan penambahan jalan untuk mengimbangi penambahan kendaraan,” katanya.

“Upaya lainnya yakni menerapkan sistem kanal motor untuk memecah arus roda dua dan roda empat, khususnya jalur yang menuju ke Jembatan Mahakam,” ungkap Kasat Lantas Polresta Samarinda itu.

Jumlah personil Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda saat ini kata dia hanya 135 orang.

“Kami juga masih kekurangan personil sebab idealnya jumlah personil lalu lintas sebanyak 200 orang tetapi personil yang ada saat ini hanya 135 orang,” kata Handoko.

Upaya lainnya yang juga dapat mengurangi resiko terjadinya kemacetan parah di Samarinda kata Handoko yakni melalui pembangunan jalan lingkar.

“Kami juga mendengar sudah ada rencana dari pemerintah untuk membuat jalan lingkar agar kendaraan yang akan menuju ke Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur maupun ke Kutai Kartanegara,” katanya.

Tujuan dari kebijakan itu, yakni agar kendaraan dari luar kota tersebut tidak lagi harus masuk ke dalam kota, begitupun sebaliknya. “Namun, kami belum mengetahui kapan hal itu direalisasikan,” katanya.

 

Kutip Dari : https://kaltim.antaranews.com/berita/3631/kemacetan-samarinda-bisa-seperti-jakart

Tinggalkan Balasan

Top
%d blogger menyukai ini: