You are here
Home > Ekonomi & Bisnis > Nasib Pasar Tradisional Di Era Pasar Modern Saat Ini

Nasib Pasar Tradisional Di Era Pasar Modern Saat Ini

Di Kutip dari:

https://kaltim.antaranews.com/berita/16909/pasar-modern-vs-pasar-tradisional

Nasib pasar tradisional di tengah menjamurnya pasar modern sekarang ini

Pemkot Samarinda harus serius membatasi dan menyeleksi izin pasar swalayan yang didasarkan pada regulasi yang ada termasuk sistem zonasi, jumlah penduduk, melakukan sosialisasi, dan membangun pola kemitraan dengan masyarakat sekitar

Samarinda (Kaltimkita) –  Semakin menjamurnya pasar pasar modern yang kian marak di setiap sudut kota Samarinda semakin membuta pelaku pasar tradisional semakin terpojok dan tersisihkan yang notabennya adalah kalang menengah ke bawah

Tidak sedikit dari pelaku usaha pasar tradisional mengeluhkan akan kondisi ini dan tidak sedikit pula yang bahkan harus gulung tikar karena tidak sanggup besaing dengan moderenisasi pasar pasar modern

Di satu sisi, pasar modern dikelola secara profesional dengan fasilitas yang serba lengkap, sementara disisi lain, pasar tradisional masih berkutat dengan permasalahan klasik seputar pengelolaan yang kurang profesional dan ketidaknyamanan berbelanja.

Di Pasar Tradisional Mangkupalas Samarinda seberang contohnya bisa dilihat aktifitas pasar yang sangat longgar bahkan cenderung sepi pengunjung hal ini di picu pula dengan kondisi pasar yang memang kurang baik dan cenderung kotor, oleh sebab itu perlunya campur tangan dari Pemkot Kota Samarinda dalam hal ini untuk lebih memperhatikan kondisi tersebut dan memsosialisasikan kembali agar Pasar Tradisional yang ada di Samarinda bisa hidup kembali

Dikutip Dari https://kaltim.antaranews.com/berita/16909/pasar-modern-vs-pasar-tradisional

Hasil survey yang dilakukan oleh Balitbangda tentang respon masyarakat terkait dengan kehadiran pasar modern, menyebutkan bahwa masyarakat berpendapat 49 persen setuju, 43 persen tidak setuju dan 8 persen
tidak tahu.

Jika dianalisis terjadi tarik menarik aspirasi antara kelompok yang setuju dan  tidak setuju dengan selisih hanya 6 persen.

Selanjutnya respon masyarakat terkait estimasi menurunnya omzet penjualan yakni 74 persen menyatakan Ya, 16 persen Tidak dan sisanya Tidak Tahu.

“Berarti prediksi akan menurunnya omzet penjualan cukup signifikan,”

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Top
%d blogger menyukai ini: