KaltimKita.com, SANGATTA - Dari pengamatan anggota DPRD Kutim fraksi PPP, H Hasbullah Yusuf, SE., MM sejak badai defisit melanda “badai tsunami” silih berganti menghampiri berganti lagi dengan istilah masa pandemi covid-19 yang berimbas pada pengalihan porkir anggota dewan bagi pemulihan ekonomi terdampak virus corona.
“Saya berharap adanya pengalihan tersebut nantinya dapat benar-benar transparansi tidak sebatas akal-akalan saja, walau diketahui pengalihan porkir telah disosialisasikan oleh pemerintah pusat,” ungkap Hasbullah.
Sekda Kutim Irawansyah menerima saran anggota dewan Hasbullah fokus selesaikan piutang kepada rekanan kontraktor
Untuk itu Hasbullah sempat berkomunikasi dengan Sekda Kutim Drs H Irawansyah, M.Si untuk juga dapat lebih serius menyelesaikan permasalahan piutang kepada para kontraktor. “Saya berkeyakinan Kutim tidak akan bisa membangun apabila persoalan piutang masih belum terselesaikan. Konsentrasi itu saja dululah,” jelasnya.
Politisi PPP ini menegaskan dan mengingatkan kepada pemerintah, jangan sampai besar pasak daripada tiang, apalagi menambah piutang baru Kutim akan seperti ini terus jika tidak tuntas-tuntas menyelesaikan pembayaran kepada para kontraktor yang memang sudah menjadi hak mereka dan wajib dibayarkan.
“Badai defisit belum berlalu di Kutim, maka dari itu di bawah kepemimpinan bupati/wabup Drs H Ardiansyah Sulaiman, M.Si dan Dr H Kasmidi Bulang, ST., MM harus mampu membuktikannya selepas mantan bupati dan mantan ketua DPRD Kutim tak menjabat lagi Ir H Ismunandar, MT bersama bunda Encek Ur Firgasih, SH., MAP,” beber Hasbullah.
Dirinya berharap periode ASKB, nantinya dapat benar-benar amanah memenuhi janjinya untuk menata kembali. (adv/aji/rin)


