Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur menggelar saat rapat koordinasi dan sosialisasi investasi pembiayaan dan asuransi ternak se-Kalimantan Timur yang dilaksanakan di Hotel Horison Sagita Balikpapan, pada jumat (20/5/22). Kepala DPKH Kaltim Munawwar mengungkapkan tujuan pembangunan peternakan yaitu meningkatkan kontribusi subsektor peternakan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim yang pada tahun 2021 sebesar Rp 695,16 triliun sedangkan kontribusi peternakan sebesar Rp 2,255 triliun (0,32 %) “harapannya share dari komunitas peternakan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya dukungan pemerintah baik melalui anggaran APBD Provinsi Kaltim maupun dari APBN," Ujarnya.
Terkait pasokan telur dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan di Kaltim, dirinya mendorong tumbuhnya peternakan ayam ras petelur skala kecil, menengah dan industri ayam petelur modern di wilayah Provinsi Kaltim. "Populasi ayam petelur pada tahun 2020 sekitar 1.200.000 ekor dengan produksi telur sekitar 9.600 ton dari kebutuhan sekitar 20.600 ton atau baru dapat memenuhi baru sekitar 46 persen," terangnya.
Untuk populasi sapi potong di Kaltim pada tahun 2020 sekitar 119.000 ekor yang baru bisa memasok untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi sekitar 27 persen dari total kebutuhan sekitar 90.000 ekor. "Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi tersebut sangat dibutuhkan dukungan dari pihak swasta atau investor untuk menanamkan investasinya," ujarnya.
Munawwar juga mengatakan Provinsi Kaltim mempunyai wilayah yang sangat luas dan juga sangat potensial untuk mengembangkan usaha peternakan. Ia menilai kebutuhan konsumsi produk peternakan masih banyak didatangkan dari luar Kaltim antara lain pemasukan sapi potong sebanyak sekitar 40.000 ekor, daging sapi sekitar 3.000 ton, ternak kambing sekitar 50.000 ekor serta telur ayam ras sekitar 13.000 ton “hanya daging ayam pedaging yang sudah dapat dipenuhi oleh produksi dari dalam Kaltim," singkatnya.
Ia juga menambahkan potensi investasi 3 komoditas yaitu ayam ras petelur, penggemukan sapi, dan perbibitan sapi dalam mendukung pemenuhan protein hewani terutama produksi daging merah masih jauh dari target untuk memenuhi konsumsi masyarakat Kaltim. "Apalagi rencana menghadapi urbanisasi di kawasan IKN di Kaltim, sehingga pemerintah Kaltim sudah menyusun buku yang memuat informasi mengenai prospek peluang investasi di bidang peternakan yang diperlukan investor untuk menanam modalnya," terangnya. (HS/ADV/Kominfo Kaltim)


