Tulis & Tekan Enter
images

Pemprov Kaltim Bersama SKK Migas Kalsul Serahkan Bapokting Kepada Warga Tak Mampu, Disabilitas dan Lanjut Usia

Kaltimkita.com, SAMARINDA - Pemprov Kaltim bersama SKK Migas khususnya SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi (Kalsul) menyerahkan barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) bagi masyarakat tak mampu dan disabilitas serta lanjut usia di Kaltim, terutama di Samarinda.

Hadir mendampingi Wagub Hadi Mulyadi, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Kaltim Deni Sutrisno, Kadis ESDM Christianus Benny, Karo Adbang Hj Lisa Hasliana dan Karo Adpim Setda Provinsi Kaltim HM Syafranuddin. Penyerahan dilakukan oleh Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi didampingi Manajer Administrasi dan Keuangan SKK Migas Perwakilan Kalsul Lely Sondakh dan Ketua DPRD Kaltim H Makmur HAPK di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (27/4/22).

Menurut Hadi, kepedulian ini bukan hanya sekadar momentum Ramadan, tetapi setiap saat. Bahkan, jika seluruh pengusaha atau perusahaan migas maupun Pertambangan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) peduli, maka tidak ada masyarakat miskin di Kaltim. "Saya berpesan, jika seluruh perusahaan pertambangan maupun migas, tak terkecuali dalam binaan SKK Migas semua wajib peduli kepada masyarakat tak mampu. Jika itu terjadi, maka tak ada rakyat miskin," tegas Hadi Mulyadi.

 Hadi menerangkan bantuan tersebut bukan hanya bapokting, sebaiknya ada bantuan pendidikan dan kesehatan, sehingga masyarakat betul-betul sejahtera. "Terima kasih SKK Migas, semoga bantuan ini semakin ditingkatkan jumlahnya," harap Hadi.

 Sementara itu Kepala Dinsos Kaltim HM Agus Hari Kesuma menjelaskan bantuan ini diharapkan bukan hanya bagi lembaga panti asuhan terkhusus saja dan jumlahnya jangan hanya ratusan saja. Diketahui SKK Migas menyerahkan bantuan total nilai Rp 312 juta untuk 1.247 paket bapokting, terutama untuk warga  terdampak Covid-19. "Karena, jujur ribuan masih ada masyarakat kurang mampu dan lansia jika ditotalkan. Jadi, kalau bisa tahun depan jangan hanya ratusan penerima, tapi ribuan,"Ujar Agus Hari Kesuma. (AF/ADV/Kominfo Kaltim).


TAG

Tinggalkan Komentar

//