Tulis & Tekan Enter
images

Rizal Effendi

Pendatang Yang Ke Balikpapan Langsung Ditetapkan ODP

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Setiap pendatang yang masuk dan akan tinggal di Kota Balikpapan pasca masa libur Lebaran 2021 ini ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.

Status tersebut ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 yang hingga kini masih terjadi.

"Pendatang yang akan tinggal di Balikpapan maka statusnya ODP dalam satu Minggu," kata Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, Senin (17/5/2021).

Selain pendatang, kebijakan itu juga berlaku terhadap warga Kota Balikpapan yang sudah terlanjur melakukan mudik pada masa liburan kemarin.

"Warga Balikpapan yang terlanjur mudik juga maka statusnya ODP dalam satu Minggu," ungkap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan itu.

Pengawasan di lapangan, lanjut Rizal, akan dilakukan oleh Satgas tingkat Kecamatan dan Kelurahan. Dalam waktu satu Minggu, kesehatan pendatang serta warga yang baru pulang mudik benar-banar dipantau. Apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

"Nanti satu Minggu baru kelihatan apakah dia reaktif atau tidak. Karena kalau langsung pasti juga negatif, makanya tunggu satu Minggu. Masa inkubasinya penularan itu baru terlihat tujuh hingga 14 hari," jelasnya.

Jika nantinya reaktif maka maka akan diisolasi di Embarkasi Haji atau rumah isolasi PPKM Mikro. "Kalau reaktif langsung isolasi," tegasnya.

Selain dipantau,  Pemkot juga akan melakukan pencegatan para pendatang setiap pintu masuk. Terutama di pelabuhan laut. Terhitung sejak, Selasa  besok (18/5/2021).

"Kita lakukan rapid antigen. Kalau itu lolos maka akan kita cegat di PPKM Mikro. Karena dia tidak boleh masuk kalau belum cek. Kalau pun ada bawa hasil tes tinggal menunjukkan, tapi tetap status ODP," pungkasnya. (an)


TAG

Tinggalkan Komentar

//