Kaltimkita.com, SAMARINDA - Dulu Balikpapan dikenal dan disebut kota minyak, tapi sejak bebarap tahun belakangan ini, Balikpapan jadi kota antre minyak. Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik mengatakan, untuk urusan antre BBM Subsidi, dirinya sudah memanggil dan bicara dengan GM PT Pertamina Patra Niaga Balikpapan. Penyebab panjangnya antrean BBM Subsidi sudah ditemukan, pertama; ada oknum yang menyimpangkan BBM Subsidi, karena ada selisih harga antara BBM Subsidi dengan BBM Non Subsidi. Kedua; ada mis (ketidakcermatan) Pertamina pada tahun 2022 dalam memperkirakan kebutuhan BBM Subsidi di Kaltim pada tahun 2023.“Adanya aktivitas pembangunan di IKN tak dihitung saat menyusun kuota BBM pada tahun lalu,” katanya.
Menurut Akmal, dia bersama GM Pertamina Parta Niaga, sudah sepakat untuk sama-sama menemui pejabat di institusi yang berkaitan dengan menetapkan kuota BBM di Jakarta, bahwa untuk tahun 2024 kuota BBM Kaltim perlu ditambah dengan memperhitungkan adanya peningkatan aktivitas pembangunan di IKN dan meningkatnya aktivitas masyarakat.
“Pertemuan dengan pejabat penentu kuota BBM di Jakarta, belum dapat terlaksana, karena saat saya berada di Jakarta pada minggu lalu, pejabat yang hendak ditemui sedang tidak berada di Jakarta,” kata Akmal yang masih aktif sebagai Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri.“Saya akan mengusahakan terus, kuota BBM bagi Kaltim tahun 2024 ditambah dengan hitungan-hitungan baru agar tak ada lagi antrean di SPBU pada tahun depan,” kata Akmal.
Perkembangan terbaru di Balikpapan, untuk memecah antrean di SPBU, Pertamina sejak Sabtu lalu memecah tempat penjualan Pertalite bagi sepeda motor dengan kendaraan rodak empat. SPBU Stal Kuda dan SPBU Sepinggan tempat pengisian Pertalite bagi sepeda motor. Sedangkan SPBU MT Haryono Dam dan SPBU Gunung Guntur, khusus menjual Pertalite untuk kendaraan roda empat.
“Kami telah berkoordinasi dengan Pemkot Balikpapan bahwa per Sabtu kemarin ada kebijakan baru. SPBU Stal Kuda dan SPBU Sepinggan ditetapkan sebagai SPBU Pertalite bagi kendaraan roda dua,” kata Sales Branch Manager Rayon I Kaltimut Ferry Fernando di Pemkot Balikpapan.(Adv/DPRD Kaltim)


