Keterangan Gambar : Bupati Kutim, H Ardiansyah Sulaiman IPSI Kutim, Sehati terus kompak jaga kondusivitaa Kutim
Makineksis.com, Kutai Timur - Sejarah pencak silat di Indonesia berawal dari kemampuan suku asli untuk berburu dan berperang sekitar abad ke-7, yang kemudian berkembang menjadi seni bela diri spiritual dan fisik melalui pengaruh budaya Hindu-Buddha dan Islam. Di masa penjajahan, pencak silat digunakan untuk perlawanan sebelum akhirnya diformalisasi menjadi organisasi modern seperti Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tahun 1948, dan pada tahun 2019 diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.
Telah berakhirnya kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kutai Timur masa priode 2019 - 2024
Tanpa berlama - lama Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), drs H Ardiansyah Sulaiman M.Si langsung melantik IPSI Kutim, 2025 - 2029, dinakhodai langsung Sayyid Umar
Pengukuhan pelantikan IPSI Kutim ditandai dengan penandatangan berita acara pelantikan yang disaksikan Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Kutim Jimmi, unsur Forkopimda, Kepala OPD dan seluruh pengurus serta Atlit IPSI Kab Kutim dan undangan yang lain.
Keterangan foto ; Pukulan Gong IPSI Kutim resmi dilantik sekaligus pembukaan laga Kejuaraan Pencak Silat piala Bupati Kutim Cup tahun 2025 oleh Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman M.Si
Pengukuhan IPSI Kutim, kian semarak dan seru dikarenakan Bupati H Ardiansyah Sulaiman kembali mensuport dengan turnamen pencak silat yang berlangsung di arena GOR Kudungga Sangatta
"Selamat bertanding junjung tinggi sportivitas. Datang, Main, Menang. Sukses juga kepada pengurus IPSI Kutim yang baru ". H. Ardiansyah Sulaiman.
H Ardiansyah Sulaiman usai melantik meminta IPSI Kutim terus membina atlet pesilatnya dalam mengasah prestasi ilmu bela diri tradisional itu.
"Bertahap, sarana arena merupakan tugas IPSI Kutim lah yang wajib memperjuangkannya tentunya di bawah usulan KONI, Dispora Kutim ke depannya," kata H Ardiansyah Sulaiman
H Ardiansyah Sulaiman menyoroti adanya perpecahan kelompok perguruan Pencak Silat seperti si A dan B, diluar Kutim
"Alhamdulillah disini IPSI Kutim,.Setia Hati tetap kompak dan bersatu dalam menjaga Kutim yang kondusif," terang H Ardiansyah Sulaiman
H Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan perguruan silat boleh berbeda akan tetapi tetap bersatu.
"Sebenarnya.di Kutim, ini miliki silat sendiri yang dinamakan Kuntau, namun sayangnya sebatas diperkenalkan pada seremoni saja," kata H Ardiansyah Sulaiman
Ardiansyah Sulaiman menegaskan Pemkab Kutim sejak tahun 2022 lalu telah banyak menggelar momentum olahraga.
"Tahun ini ada 11 event yang memperebutkan piala bupati. Sekali lagi atlet pesilat IPSI Kutim, dapat benar - benar didukung penuh terutama dalam prasarananya," terang bupati
Bupati menjelaskan, Alhamdulillah selama 3 bulan belakangan ini dua kali telah menggelar kompetisi silat.
"Semoga IPSI Kutim mampu mendominasi Jawara arena ketangkasan bela diri, silat dimulai dari kancah Kabupaten, Kalimantan Timur, nasional. Sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada IPSI kutim terus berkontribusi pada peningkatan prestasi terus berkarya dan IPSI wadah pemersatu," ucap.bupati H Ardiansyah Sulaiman
Gong dan pelantikan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia Kabupaten Kutai Timur (IPSI Kab Kutim) bertempat di Gedung Bela Diri Komplek Utama Stadion Utama Kudungga Kutim. Kamis pagi (23/10/2025)
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup diikuti 18 Kecamatan dengan 12 perguruan Pencak Silat yang ada di Kutim dengan jumlah 280 atlit yang akan mengikuti lomba di tiga kategori yaitu usia dini, remaja dan usia Dewasa.
Sementara yang didaulat menakhodai IPSI Kab Kutim periode 2025-2029 ialah legislator asal pesisir yaitu Sayyid Umar ditandai dengan penandatangan berita acara pelantikan yang disaksikan Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Kutim Jimmi, unsur Forkopimda, Kepala OPD dan seluruh pengurus serta Atlit IPSI Kab Kutim dan undangan yang lain.
"Selamat bertanding junjung tinggi sportivitas. Datang, Main, Menang ". H. Ardiansyah Sulaiman.(aji/rin)
Tulis Komentar