Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Gandeng Ilmuwan Rekan ITB Gali SejarahPerintahkan Disdikbud Seriusi Jemput Bola Kaji Wawasan Seni Dan Budaya

$rows[judul] Keterangan Gambar : Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman minta Disdikbud tangkap peluang dengan serius melalui kajian bersama ilmuwan Perancis dan ITB hal ini disampaikan saat membuka Festival Magic Land Kutim Tahun 2025

Makineksis.com, Kutai Timur - Resmi ditutup Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) drs H Ardiansyah Sulaiman M.Si ajang Festival Magic Land Kutim tahun 2025.

Secara terpisah Senin (17/11) 2025 Makineksis.com mewawancarai langsung Bupati H Ardiansyah Sulaiman M.Si terutama mengenai penilainya selama festival tersebut berlangsung.

"Baik, terima kasih rekan wartawan, jadikan momen yang telah kita lakukan ini sebagai wadah mengekspresikan jati diri bagi kalangan seniman yang ada di Kutim, selain bentuk pelestarian budaya," terang bupati.

Lantas upaya apa yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutim dalam membantu para pekerja seni ?

"Kalau hal itu, tentunya dapat dikoordinasikan langsung dibawah kewenangan Disdikbud Kutim, inshaallah saya juga akan memikirkan hal itu apakah nantinya akan ada gebrakan yang mewadahinya," jelas Bupati H Ardiansyah Sulaiman

Bupati H Ardiansyah Sulaiman telah mengistruksikan ke intansi terkait dalam hal ini Disdikbud Kutim terkait menggali sejarah dan budaya.

"Ya, ini kita karena kita memiliki memiliki apa namanya data-data terkait dengan penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Prancis dan Institut Tekhnologi Bandung (ITB,)" bebernya.

Ia mengungkapkan dengan adanya program bedah kajian ilmuwan dengan menggandeng pakarnya dari Negara Perancis dan ITB dapat menjadi suatu pertanda "isyarat sinyal" artinya Disdikbud dapat menjemput bola dengan penuh keseriusannya.

Bupati H Ardiansyah Sulaiman menegaskan kabupaten yang dipimpinnya banyak memiliki keberagaman nilai - nilai seni dan budaya yang mewarnai sendi kehidupan masyarakat, termasuk peninggalan artefak kuno bahkan sebelum masehi seperti tapak 5 jari di gua karst diera peradaban manusia purbakala.

Perlu kita ketahui artefak benda bersejarah, arkeologis, atau buatan manusia yang dibuat dengan keterampilan tangan (bahasa Latin: arte factum) dan dapat dipindahkan. Artefak merupakan sumber sejarah penting untuk mempelajari budaya masa lalu, termasuk seni, alat, dan pakaian.(adv/Diskominfo Staper Kutim)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)