Makineksis.com, Kutai Timur - Kecaman keras datangnya dari tokoh yang dituakan sekaligus warga pribumi, asli kelahiran Kabupaten Kutai Timur (Kutim), yakni tak lain anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD), Kutim fraksi Demokrat , H Masdari Kidang, SE pasca pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto saat kunjungan kerja di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1/2026), belum lama ini, yang mendadak menjadi perhatian publik. Presiden secara terbuka menyoroti posisi duduk Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin, yang berada di barisan belakang dalam acara peresmian proyek kilang Refinery Development Master Plan (RDMP).
"Sultan kok duduk di deretan depan, harusnya duduk di VIP, depan," sentil Presiden Prabowo kepada protokol Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Kaltim yang di ketahui pula oleh Gubenur Kaltim Rudy Mas'ud lengkap bersama Wagubnya Seno Aji.

Keterangan foto : (ist) keseriusan Gubenur Kaltim Rudy Mas'ud spontanitas meminta maaf kepada Sultan Kutai Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin
"Saya sangat menyayangkan, pihak protokol yang tidak memahami adab, tata krama," jelas H Kidang
Selepas kejadian itu, Gubenur Kaltim Rudy Mas'ud mewakili protokol Pemprov, langsung merespon cepat, meminta maaf dan langsung sungkem kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin, setelah banyak tokoh - tokoh asli Kutai sekaligus Kaltim menyoroti dan mengkritik pedas.
Namun bagi H Kidang, tak cukup hanya sebatas meminta maaf, agar memberikan efek jera wajib sanksi, denda adat.
"Saya harap kejadian ini tidak terus - terusan terulang kembali," tutup H Kidang, Minggu (18/1) 2026.(aji/rin)
Tulis Komentar