Hari Santri Nasional Bupati Ardiansyah Sulaiman Ajak Renungan Suci Syuhada Tragedi Madiun, dibawah kepemimpinan antek PKI Muso Sadis Bantai Kiai, Santri Darah Mereka Perjuangan Mahal Lawan Paham Komunis Pertahankan Pancasila Sebagai Negara Berketuhanan

$rows[judul] Keterangan Gambar : (Ist) Hari Santri Nasional Tahun 2025 upacara dipimpin langsung Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman

Makineksis.com, Kutai Timur - Hari Santri adalah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajahan bangsa asing, bertepatan dengan resolusi jihad Mbah KH Hasyim pada tanggal 22 Oktober. Itu yang menjadi alasan kenapa Hari Santri Nasional ditetapkan pada tanggal 22 Oktober, setelah sebelumnya Presiden Jokowi berpendapat pada tanggal 1 Muharram.
Sejarah mencatat, para santri bersama dengan pejuang bangsa lainnya memiliki peran besar dalam merebut kembali kedaulatan negara dari kolonialisme bangsa asing. Presiden Joko Widodo juga mengamini peran historis kaum santri. Mereka yang ikut berjuang dan memiliki peran dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), antara lain KH Hasyim Asy’ari pendiri ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU), KH Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, A Hassan dari Persis, Abdul Rahman dari Matlaul Anwar, Ahmad Soorhati dari Al Irsyad. Belum lagi para perwira atau prajurit Pembela Tanah Air (Peta) yang banyak juga dari kalangan santri.

Berkenaan Hari Santri di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Bupati, drs H Ardiansyah Sulaiman M.Si, berkewajiban memperingati dan memaknainya

di Kutim bertajuk “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” tahun 2025.


Keterangan foto : (ist) Bupati Kabupaten Kutim H Ardiansyah Sulaiman  serah terima kepada salah satu perwakilan Ponpes 

Bagi santri seluruh tanah air tak terkecuali Kutim, sambut antusias hari Santri.

Para santri selama berlangsungnya upacara Hari Santri Nasional khimad yang dikomandoi langsung oleh Bupati H Ardiansyah Sulaiman

"Perlu diingat, banyak tokoh- tokoh cendikiawan lintas agama di Indonesia sebagai tonggak panji kemerdekaan Republik Indonesia di masanya. Banyak juga pembesar- pembesar "guru, kiai para syuhada yang gugur melawan penjajah, mempertahankan ideologi Pancasila yang gugur bersama para Jendral Kesaktian Pancasila, tak luput dari kebiadaban Gerakan 30 S/PKI, menganut paham komunis


Keterangan foto (ist) khimad upacara Hari Santri Nasional Tahun 2025

Mengapa para santri "syuhada" menentang keberadaan PKI, karena paham komunis tidak percaya akan adanya tuhan sang pencipta

Berikut ulasan sejarah dibantainya Santri, Kiai secara biadab oleh antek PKI

Cucu pimpinan PKI Musso dan seorang kiai yang kerabatnya dibunuh anggota PKI pada tragedi Madiun 1948 mencoba berdamai dengan dirinya sendiri, masa lalu nan kelam, serta dengan keturunan bekas musuh orang tuanya — meski tidak gampang.

74 tahun silam ribuan orang diperkirakan meninggal akibat perang saudara di Madiun dan beberapa kota di sekitarnya.
Sejarah resmi kemudian mencatatnya sebagai pemberontakan Madiun 1948 yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), walaupun narasi tersebut masih diwarnai perdebatan di kalangan sejarawan — hingga kini.
Korban meninggal tak hanya orang-orang dari kelompok Islam, pamong praja atau masyarakat biasa, tetapi juga di pihak lawannya, yaitu pimpinan PKI dan pendukungnya.

"Maka dari itu, saya berpesan kepada para Santri, generasi penerus berakhlak mulia, religius insan Islami juru kunci menuju akhirat " sorga" Allah Swt, Inshallah Hari Santri Nasional jangan semata - mata dipandang seremonial.Akan tetapi terus tegakan si'ar, perkokoh persatuan kesatuan, jaga ideologi Pancasila sebagai falsafah juga negara yang berketuhanan maha esa, tetap waspada perangi bahaya laten komunis jangan biarkan kembali mengakar di NKRI," pidato bupatj H Ardiansyah Sulaiman

H Ardiansyah Sulaiman nerupakab kepala daerah religius momen Hari Santri Nasional pondasi jati diri santri sebagai penjaga moral bangsa dan pelopor cinta tanah air.

Nuansa Hari Santri Nasional di Kabupaten Kutim kental akan cita rasa keagamaannya, sebanyak ratusan santri di saluran Pondok Pesantren yang tersebar di 18 kecamatan, se-Kabupaten Kutim,.murid madrasah, masyarakat luas "membeludak" semangat ikuti upacara Hari Santri Nasional Tahun 2025  yang tersentra di halaman Kantor Kementerian Agama Kutim

Selain dipimpin Bupati, H Ardiansyah Sulaiman, tampak hadir pula Ketua DPRD Kutim, Jimmi., ST., MT yang dari latar belakang guru.

"Selamat Hari Santri Nasional Tahun, 2025 terus tegakan ilmu agama Islam, terus cinta Alquran," tandas H Ardiansyah Sulaiman

Tahun ini, Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman  memimpin upacara disaksikan Ketua DPRD Kutim Jimmi, unsur Forkopimda, (aji/rin)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)