Keterangan Gambar : (Ist) Bupati Kabupaten Kutim H Ardiansyah Sulaiman angkat bendera start berangkatlah parade karnaval Kirab Budaya semarakan Hari Jadi Kutim ke - 26 tahun
Makineksis.com, Kutai Timur - Perhelatan demi perhelatan memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ke-26 tahun,
Dibawah kepemimpinan Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), drs H Ardiansyah Sulaiman M.Si, secara konsisten semarakan yaumul milad Kabupaten yang dipimpinnya tidak menghapus nilai - nilai tradisi budaya luhur berbalut seni, tarian tradisional, budaya melalui gelaran parade Karnaval Kirab Budaya tahun 2025.

Keterangan foto : (ist) Bupati Kabupaten Kutim cinta seni, budaya dan keberagaman suku (etnis) yang warnai lingkup masyarakatnya. Maka tak heran HUT Kutim Ke- 26 tahun gelar ajang parade karnaval
Kirab Budaya mencerminkan, gambaran beragam suku yang mendominasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terdiri dari berbagai suku, termasuk suku Kutai (sebagai suku asli), suku Dayak, dan berbagai suku pendatang seperti suku Jawa, suku Banjar, suku Bugis, dan lainnya. Berdasarkan data Sensus Penduduk 2010, suku Jawa menjadi yang paling dominan, diikuti oleh suku Kutai dan suku Dayak sebagai suku asli di daerah tersebut.
• Suku Kutai:
Merupakan suku asli Kutim dan memiliki sub-suku seperti Kutai Pahu, Kutai Kedang, Kutai Punang, Kutai Talun, dan lainnya.
• Suku Dayak:
Juga merupakan suku asli yang mendiami wilayah Kutim.
• Suku Jawa:
Berdasarkan sensus 2010, suku Jawa merupakan suku dengan populasi terbesar di Kutim.
• Suku Banjar:
Termasuk dalam kelompok suku pendatang yang cukup besar di Kalimantan Timur.
• Suku Bugis:
Juga merupakan suku pendatang yang memiliki populasi signifikan di Kalimantan Timur.
• Suku-suku lain:
Terdapat juga suku-suku lain seperti Madura, Sunda, Batak, dan Tionghoa yang juga mendiami wilayah Kutai Timur.

Keterangan foto : (ist) Parade karnaval kedepankan kostum daerah
Kirab Budaya Kutim 2025, diramaikan 45 tim yang berkostum baju daerah baik desain tradisional, modern
keberagaman dinamika "warna- warni" suku, seni, budaya, multi etnis menambah gebyar kesemarakan Kirab Budaya di bawah Bhineka Tunggal Ika
Berbeda Suku, Bahasa, Budaya, Tradisi, Seni Tetap Satu Di Bawah Naungan Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI), berbahasa satu Indonesia.
Penampilan, keserasian kostum, performa parade turut dikompetisikan dan dinilai oleh panitia event Kirab Budaya, melalui dewan juri dari Dewan Kesenian Kota Samarinda.

Keterangan foto ; (ist) artistik kostum daerah divariasikan modern
Selain dari tim Dewan Kesenian Samarinda melakukan penilaian, terpenting Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim juga selaku juri menilai penampilan para peserta.
Sebelum, baris - berbaris mengitari seputaran Sangatta segenap peserta parade karnaval Kirab Budaya suatu kehormatan tak terhingga diberangkatkan Bupatj H Ardiansyah Sulaiman dengan mengangkat bendera start
Alhamdulillah Hadirnya Bupatj senantiasa terus mendapatkan pendampingan dari Ketua DPRD Kutim, Jimmi, ST., MT Forkopimda, Asisten Administrasi Umum, Kepala OPD, dan undangan lainnya, serta ribuan warga Kutim yang antusias menyaksikan acara tersebut.
Dengan tema besar tersebut "Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing", Kirab Budaya Kutim 2025 menjadi simbol semangat masyarakat Kutim dalam membangun daerah yang lebih baik.

Keterangan foto : (ist) Tak ketinggalan tarian daerah sembari kenakan pakaian adat wujud keberagaman masyarakat Kutim
"Mari kita sonsong melalui Kirab Budaya Tahun 2025, menjadi Kutim Tangguh, Mandiri, Berdaya Saing. Melalui momen selain wujud pelestarian sekaligus membangun daerah lebih baik lagi," tandas H Ardiansyah Sulaiman.(aji/rin)
Tulis Komentar