Tulis & Tekan Enter
images

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading (Hadriyani/Kaltimkita.com)

Dispora Kaltim Siapkan Langkah Maraton Usai Musorprov

Kaltimkita.com, SAMARINDA – Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kalimantan Timur 2026 tak hanya menjadi ajang pemilihan ketua umum baru, tetapi juga momentum menyusun strategi besar untuk meningkatkan prestasi olahraga Benua Etam menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading, menegaskan pihaknya akan segera bergerak cepat setelah kepengurusan KONI periode 2026-2030 terbentuk.

Menurutnya, berbagai arahan yang disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dalam Musorprov akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk menyusun langkah strategis demi meningkatkan prestasi olahraga daerah.

“Tentu setelah pemilihan ini kita akan melakukan rapat internal terlebih dahulu. Setelah kepengurusan terbentuk, kita segera rapat maraton untuk menyusun langkah-langkah taktis dan strategis bagi kepengurusan yang baru,” kata Rasman di Tower Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Rabu (3/6/2026).

Ia menyebut target menembus lima besar nasional pada PON 2028 tidak mungkin tercapai hanya dengan semangat semata. Dibutuhkan dukungan anggaran yang memadai serta pola pembinaan yang berkelanjutan.

Karena itu, Dispora Kaltim akan berupaya mencari berbagai sumber pendanaan untuk mendukung pembinaan atlet dan cabang olahraga.

“Apa yang disampaikan Pak Wakil Gubernur tadi menjadi brainstorming bagi kami untuk melakukan upaya-upaya strategis, termasuk bagaimana mendapatkan dukungan anggaran yang tersedia dalam APBD,” ujarnya.

Meski demikian, Rasman mengingatkan bahwa pembinaan olahraga tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut dia, keterbatasan fiskal daerah membuat pemerintah perlu menggandeng sektor swasta untuk ikut berkontribusi terhadap kemajuan olahraga Kalimantan Timur.

“Pada prinsipnya kita tidak hanya berharap dari APBD. Kita akan melakukan pendekatan persuasif kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Timur agar mereka ikut berkontribusi kepada cabang olahraga yang berprestasi melalui program bapak asuh,” katanya.

Rasman menilai keterlibatan dunia usaha menjadi kebutuhan mendesak apabila Kaltim ingin bersaing dengan provinsi lain yang memiliki sumber daya dan dukungan pembinaan lebih besar.

“Kalau kita berharap semuanya dari APBD, saya sering mengatakan itu tidak akan pernah cukup. Sementara kemampuan fiskal kita juga terbatas,” tegasnya.

Menurut dia, sejumlah perusahaan sebenarnya telah menunjukkan kepedulian terhadap dunia olahraga. Namun kontribusi tersebut dinilai masih perlu diperluas agar menjangkau lebih banyak cabang olahraga.

Ia mencontohkan PT Bayan Resources Tbk yang selama ini kerap memberikan bantuan kepada sejumlah cabang olahraga yang mengikuti kejuaraan tingkat nasional maupun daerah.

“Sebenarnya kontribusi perusahaan-perusahaan itu sudah ada. Contohnya PT Bayan yang selama ini membantu beberapa cabang olahraga ketika mengikuti kejuaraan nasional maupun kejuaraan provinsi. Tapi tentu itu belum cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan cabang olahraga,” ujarnya.

Karena itu, Rasman berharap semakin banyak perusahaan yang turut mengambil bagian dalam pembinaan atlet daerah.

“Perusahaan berusaha di Kalimantan Timur, mendapatkan keuntungan di Kalimantan Timur. Maka sudah seharusnya ada kontribusi nyata kepada masyarakat, termasuk kepada dunia olahraga,” katanya.

Selain persoalan pembinaan, Rasman juga menyoroti pentingnya kesejahteraan atlet sebagai faktor utama dalam menjaga motivasi dan prestasi.

Ia menilai atlet yang berhasil mengharumkan nama daerah dan negara perlu mendapatkan perhatian lebih, termasuk peluang kerja yang layak setelah atau selama menjalani karier olahraga.

Menurutnya, pemerintah daerah dapat mencontoh kebijakan pemerintah pusat yang memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi melalui berbagai bentuk penugasan dan pekerjaan.

“Pak Presiden sudah memberikan perhatian kepada para juara internasional. Ada yang dijadikan perwira dan ada juga yang menjadi ASN. Kita mungkin tidak bisa seperti itu karena kewenangan ASN ada di pusat, tetapi kita bisa memodifikasi dalam bentuk lain,” ujarnya.

Rasman bahkan mengusulkan agar atlet-atlet berprestasi dapat diberdayakan atau ditempatkan bekerja pada perusahaan-perusahaan maupun lembaga yang sesuai dengan kompetensi mereka.

“Kalau perlu mereka dipekerjakan supaya ada jaminan kesejahteraannya. Atlet-atlet yang memiliki prestasi nasional maupun internasional harus mendapatkan perhatian khusus agar mereka termotivasi untuk terus berprestasi,” katanya.

Menurutnya, kepastian masa depan atlet merupakan salah satu kunci untuk menciptakan iklim olahraga yang sehat dan kompetitif.

“Bayangkan kalau seorang atlet berprestasi mendapat kesempatan karier yang baik. Itu akan menjadi motivasi besar bagi atlet-atlet muda lainnya untuk mengejar prestasi setinggi mungkin,” pungkas Rasman.(hyi)



Tinggalkan Komentar

//