Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Program Clean, Green and Healthy (CGH) Kelurahan Kota Balikpapan Tahun 2026 menjadi momentum bagi setiap kelurahan untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat.
Camat Balikpapan Barat, Erwin Dahri, menilai program tersebut bukan sekadar ajang penilaian, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan partisipasi masyarakat di tingkat kelurahan.
Menurut Erwin, sosialisasi yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memberikan gambaran yang jelas mengenai arah pelaksanaan CGH Tahun 2026, termasuk adanya penyesuaian pada kriteria penilaian yang lebih menitikberatkan pada keterlibatan aktif pemerintah kelurahan dalam memfasilitasi gerakan pelestarian lingkungan hidup.
“Kami menyambut baik pelaksanaan CGH karena program ini mampu mendorong setiap kelurahan untuk terus berbenah dan menghadirkan inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat. Yang terpenting bukan hanya hasil penilaian, tetapi bagaimana budaya menjaga lingkungan dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan sehari-hari,” kata Erwin Dahri, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, Kecamatan Balikpapan Barat memiliki enam kelurahan yang selama ini aktif menjalankan berbagai program lingkungan, mulai dari kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga pemanfaatan lahan kosong menjadi kawasan produktif dan ramah lingkungan.
Menurutnya, keberagaman karakteristik wilayah di Balikpapan Barat menjadi potensi tersendiri dalam menghadirkan berbagai inovasi lingkungan yang dapat menjadi contoh bagi wilayah lain. Karena itu, pihak kecamatan terus mendorong setiap kelurahan untuk menggali potensi dan keunggulan masing-masing.
“Setiap kelurahan memiliki karakter dan tantangan yang berbeda. Kami mendorong agar seluruh kelurahan mampu menunjukkan inovasi yang lahir dari kebutuhan dan potensi wilayahnya sendiri. Inilah yang akan menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan CGH,” ujarnya.

Erwin menegaskan bahwa keberhasilan program lingkungan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Keterlibatan RT, TP PKK, kader lingkungan, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat umum menjadi faktor penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Oleh sebab itu, pihak kecamatan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh kelurahan agar proses persiapan CGH tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada penguatan program yang benar-benar berjalan dan memberikan manfaat bagi warga.
“Kami ingin memastikan bahwa semangat CGH dapat dirasakan masyarakat secara nyata. Program-program lingkungan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Erwin berharap pelaksanaan CGH Tahun 2026 mampu melahirkan lebih banyak inovasi dan praktik baik dalam pengelolaan lingkungan hidup. Selain meningkatkan kualitas lingkungan, program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat budaya gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan masyarakat Balikpapan.
“CGH adalah wadah yang sangat baik untuk membangun kolaborasi. Ketika pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan bergerak bersama, maka cita-cita mewujudkan Balikpapan yang bersih, hijau, dan sehat akan semakin mudah tercapai,” tutupnya. (ref)


