Tulis & Tekan Enter
images

Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), sebuah pendekatan pemulihan yang melibatkan komunitas untuk mendampingi pengguna narkoba

Margasari Jalankan Program IBM, Pendampingan Humanis bagi Pengguna Narkoba Ringan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat, kini tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi semata.

Pihak kelurahan setempat menjalankan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), sebuah pendekatan pemulihan yang melibatkan komunitas untuk mendampingi pengguna narkoba kategori ringan agar dapat pulih dan kembali diterima di lingkungan sosialnya.
Lurah Margasari, Hendra Jaya Prawira mengatakan, program IBM merupakan hasil kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Balikpapan. Saat ini, Margasari menjadi satu-satunya kelurahan di Balikpapan yang memiliki kelompok IBM aktif dan telah mendapatkan pelatihan khusus.

"IBM ini hadir karena banyak pengguna narkoba yang ingin berhenti tapi takut melapor ke BNN. Kami hadir sebagai jembatan agar mereka bisa mendapatkan pendampingan tanpa stigma," ujar Hendra, Selasa (12/5/2026)

la menjelaskan, kelompok IBM terdiri dari agen pemulihan yang berasal dari unsur masyarakat seperti ketua RT, tokoh lingkungan, hingga kader kelurahan. Mereka mendapatkan pelatihan langsung dari BNN terkait asesmen awal, konseling dasar, hingga pemantauan perkembangan peserta program.
Menurut Hendra, pendekatan yang digunakan lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dibanding penindakan hukum. Program ini ditujukan khusus bagi pengguna kategori ringan yang memiliki keinginan untuk pulih secara sukarela.

385a7bc0-058d-4470-a5f4-ae32a255a690

"Pendekatan kami berbasis kemanusiaan. Kalau sudah parah tetap diarahkan ke BNN, tapi yang ringan kami dampingi sampai benar-benar pulih," katanya.

Dalam pelaksanaannya, peserta IBM menjalani sesi konseling rutin dan tes urine secara berkala. Pemantauan dilakukan untuk memastikan peserta benar-benar lepas dari ketergantungan narkoba dan menggunakan barang terlarang tersebut.

"Setelah tiga bulan dan hasil tesnya negatif, kami tetap pantau agar tidak kambuh. Pendampingan ini bukan sebentar, tapi berkelanjutan," jelas Hendra.

la menegaskan, keberadaan IBM bukan sebagai lembaga penegakan hukum ataupun tempat penghukuman, melainkan ruang aman bagi masyarakat yang ingin memperbaiki diri tanpa takut dikucilkan.

"Kami tidak menangkap, tidak menghukum. Kami membantu mereka untuk sembuh dan kembali diterima masyarakat," tegasnya.

Menurut Hendra, stigma sosial masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyalahgunaan narkoba di tingkat masyarakat. Banyak pengguna yang sebenarnya ingin berhenti, namun takut mendapatkan penolakan dari lingkungan sekitar maupun proses hukum.
Karena itu, melalui pendekatan berbasis komunitas, pemerintah kelurahan berharap proses pemulihan bisa berjalan lebih efektif karena melibatkan dukungan sosial dari lingkungan terdekat.

Program IBM di Margasari sendiri mendapat apresiasi dari BNN Kota Balikpapan karena dinilai mampu menjadi model penanganan penyalahgunaan narkoba berbasis masyarakat di tingkat kelurahan.
Hendra berharap program tersebut dapat terus berjalan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam membangun sistem pendampingan yang lebih humanis bagi korban penyalahgunaan narkoba.

"Pemulihan tidak harus selalu dimulai dari institusi besar. Dari lingkungan kecil dan dukungan masyarakat pun seseorang bisa bangkit dan berubah," pungkasnya.(ref)



Tinggalkan Komentar

//