Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kelurahan Baru Ilir bersama pihak terkait menggelar operasi pasar elpiji 3 kilogram di kawasan Taman Kuliner Baru Ilir, Balikpapan Barat.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang sejak pagi mulai mendatangi lokasi untuk memperoleh gas subsidi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Operasi pasar ini dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan elpiji 3 kilogram sekaligus menjaga stabilitas distribusi di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Sejumlah petugas dari kelurahan, aparat keamanan, hingga unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut melakukan pengawasan selama kegiatan berlangsung agar penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.
Lurah Baru Ilir, Junaidi mengatakan operasi pasar tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang memang berhak menggunakan gas bersubsidi.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan elpiji 3 kilogram dengan harga yang sesuai dan distribusinya tepat sasaran. Karena beberapa waktu terakhir memang ada keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan gas melon,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Menurut Junaidi, pelaksanaan operasi pasar sengaja dipusatkan di Taman Kuliner Baru Ilir agar mudah dijangkau masyarakat dari berbagai RT di wilayah tersebut. Selain itu, lokasi terbuka dinilai memudahkan pengawasan dan pengaturan antrean warga.

“Kami bersama pihak distributor dan aparat keamanan terus berkoordinasi supaya kegiatan berjalan lancar. Alhamdulillah masyarakat cukup tertib dan memahami mekanisme pembelian yang telah ditetapkan,” katanya.
Ia menambahkan, operasi pasar juga menjadi langkah pemerintah untuk mencegah adanya penjualan elpiji subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET). Dengan penyaluran langsung kepada masyarakat, diharapkan kebutuhan warga dapat terpenuhi tanpa harus membeli dengan harga mahal.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa membantu masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada elpiji 3 kilogram untuk aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan warga datang membawa identitas dan mengikuti proses pendataan sebelum menerima tabung gas. Petugas tampak melakukan pemeriksaan agar pembelian sesuai ketentuan dan tidak terjadi penumpukan oleh pihak tertentu.
Selain aparat kelurahan, kegiatan juga mendapat dukungan dari unsur TNI dan Polri yang membantu pengamanan selama operasi pasar berlangsung. Kehadiran aparat membuat proses distribusi berjalan lebih tertib dan kondusif.
Seorang warga mengaku bersyukur dengan adanya operasi pasar tersebut karena dapat membeli gas subsidi dengan harga normal. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan apabila terjadi kelangkaan di masyarakat.
Junaidi menegaskan pihak kelurahan akan terus memantau kondisi distribusi elpiji di wilayah Baru Ilir dan segera berkoordinasi dengan instansi terkait apabila ditemukan kendala di lapangan.
“Harapan kami tentu distribusi elpiji kembali normal dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok ini. Pemerintah akan terus hadir membantu warga,” tutupnya.(ref)


