0882022044248
Iklan DPRD Paser

Ancaman PHK Bayangi Ekonomi Berau

$rows[judul] Keterangan Gambar : Subroto

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Potensi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor pertambangan mulai menjadi perhatian serius DPRD di Kabupaten Berau. 

Pemerintah daerah diminta tidak tinggal diam dan segera menyiapkan langkah strategis guna mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto menegaskan sektor pertambangan selama ini masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Ribuan tenaga kerja lokal menggantungkan hidupnya pada industri tersebut.

“Selama ini sektor tambang memang menjadi penopang ekonomi daerah. Tapi kita juga harus menyadari bahwa ketergantungan yang terlalu besar bisa menjadi persoalan ketika terjadi pengurangan tenaga kerja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dinamika industri pertambangan yang sangat dipengaruhi kondisi pasar global membuat kebijakan efisiensi, termasuk PHK, menjadi hal yang sulit dihindari. 

Karena itu, pemerintah daerah diminta mulai mempersiapkan sektor alternatif sebagai penopang ekonomi.

“Pemerintah harus mulai memperkuat sektor lain agar ketika tambang mengalami penurunan, masyarakat tetap memiliki pilihan pekerjaan,” jelasnya.

Menurut Subroto, pengembangan sektor seperti pertanian, perikanan, pariwisata hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap industri tambang.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan perusahaan agar tetap mengutamakan tenaga kerja lokal apabila kebijakan pengurangan karyawan tidak dapat dihindari.

“Kalau memang terjadi PHK massal, pesan saya kepada perusahaan tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk dipertahankan,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong para pekerja untuk terus meningkatkan keterampilan dan kompetensi agar memiliki daya saing lebih tinggi di dunia kerja.

Ia berharap langkah antisipatif dari pemerintah, komitmen perusahaan, serta kesiapan tenaga kerja dapat menekan angka pengangguran dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Peningkatan skill sangat penting. Dari helper bisa belajar menyetir atau mengoperasikan alat, sehingga punya peluang naik posisi,” tambahnya. (adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)