Tulis & Tekan Enter
images

Membaca dan literasi terus ditumbuhkembangkan di kalangan generasi muda (Hyi/Kaltimkita.com)

Dispar Kaltim Dorong Generasi Muda Perkuat Literasi dan Kreativitas melalui Budaya Membaca

Kaltimkita.com, SAMARINDA — Dinas Pariwisata Kalimantan Timur terus mendorong penguatan budaya literasi di kalangan generasi muda sebagai upaya membangun kreativitas, wawasan, dan identitas diri melalui karya-karya tulisan maupun konten kreatif.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik, mengatakan kebiasaan membaca memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, imajinasi, hingga karakter seseorang dalam berkarya.

Menurut dia, pengetahuan seseorang terhadap berbagai negara, budaya, maupun peristiwa dunia tidak terlepas dari budaya membaca yang kemudian membangun daya imajinasi dan kreativitas.

“Kita tahu Teheran, Irak, Bangladesh, Israel, Amerika itu karena kita membaca. Ketika membaca, kita langsung terbayang dan tervisual dengan fantasi kita sendiri. Dari situ kemudian lahir gagasan-gagasan dalam bentuk tulisan,” kata Awang Khalik di Samarinda (9/5/2026).

Ia menilai literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi penguatan dalam membangun cara berpikir dan identitas seseorang melalui karya yang dihasilkan.

“Literasi ini penguatan pemikiran kita. Orang bisa dikenal karena karya-karyanya. Misalnya seseorang punya ciri khas tulisan tertentu, itu lahir dari bacaan-bacaan yang selama ini dia sukai,” ujarnya.

Menurut Awang, setiap penulis maupun kreator memiliki karakter berbeda sesuai dengan referensi dan minat bacaan masing-masing. Ada yang menyukai tema horor, romantis, aksi, hingga budaya lokal yang kemudian mempengaruhi gaya penulisan maupun karya visual yang dihasilkan.

Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak pernah lelah membaca dan terus memperluas wawasan melalui berbagai sumber literasi.

“Jangan pernah capek untuk membaca. Literasi menjadi penguatan pemikiran kita dan akan membentuk cara pandang kita terhadap banyak hal,” katanya.

Namun demikian, Awang mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam menyerap informasi dan bacaan. Menurut dia, literasi harus dibarengi dengan kreativitas dan inovasi agar dapat melahirkan karya yang bernilai.

“Kalau hanya membaca tanpa ada motivasi kreasi dan inovasi, rasanya kurang ada bumbunya. Misalnya kita membaca tentang keindahan Sungai Mahakam, lalu kita review atau tuliskan kembali pengalaman itu, maka literasi akan berjalan seiring dengan keadaan sekitar,” ucapnya.

Ia menegaskan literasi tidak akan pernah pudar karena selalu bergerak mengikuti perkembangan zaman dan budaya masyarakat. Karena itu, pengalaman sehari-hari maupun perjalanan wisata dinilai dapat menjadi sumber cerita dan dokumentasi yang bernilai bagi generasi muda.

Awang mencontohkan pengalaman saat berkunjung ke destinasi wisata, menaiki kapal di Sungai Mahakam, maupun menyaksikan budaya lokal sebaiknya tidak hanya disimpan sebagai pengalaman pribadi, tetapi juga dituangkan dalam bentuk tulisan, video, maupun audio visual.

“Ketika kita punya pengalaman baru di destinasi wisata, itu akan indah kalau ditulis, direkam, atau divisualisasikan. Selain menjadi kenangan, itu juga menjadi kekayaan wawasan bagi generasi muda,” tuturnya.

Ia berharap budaya literasi terus ditumbuhkembangkan di seluruh kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu melahirkan sumber daya kreatif yang tidak hanya produktif tetapi juga mampu mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisata Kalimantan Timur melalui karya-karya kreatif.. 

“Harapan kami, literasi ini terus tumbuh di tengah generasi muda. Dari membaca dan menulis itu akan lahir ide, kreativitas, bahkan karya-karya yang bisa memperkenalkan budaya serta pariwisata Kalimantan Timur kepada masyarakat luas,” Pungkas Awang Khalik.(Hyi)


TAG Samarinda

Tinggalkan Komentar

//