Tulis & Tekan Enter
images

Pemindahan Ibu Kota Negara Merupakan Kepentingan Nasional Jangka Panjang

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN –  Gubernur Kaltim H Isran Noor Pastikan pemindahan ibu kota Negara adalah merupakan kepentingan nasional jangka panjang,  bukan kepentingan politik seorang presiden. Dirinya pun menepis kekhawatiran sejumlah pengamat yang menyebut posisi ibu kota negara di Kaltim sama sekali tidak strategis dan menyimpan ancaman, dari negara tetangga Malaysia, bahkan China.

Hal tersebut Isran Noor Sampaikan saat menjadi pembicara kegiatan Kuliah Kerja Forum Strategi II dan KKDN Perwira Siswa Dikreg Seskoal Angkatan ke-60 Tahun 2022 di Mako Lanal  Balikpapan pada Selasa (17/5/22).  "Jangan disalahtafsirkan. Jangan dikira hanya kepentingan Kaltim. IKN ini milik bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia," tegas Gubernur Isran Noor kepada para perwira siswa yang semuanya berpangkat mayor itu.

Gubernur mengatakan jika ada pengamat atau kelompok lain yang menyebut keputusan pemindahan IKN ini terlalu cepat, maka menurutnya justru sebaliknya. Menurutnya,  setiap presiden pasti memiliki alasan atas rencana  masing-masing. Bahkan belakangan baru diketahui,  jika Jakarta sebagai ibu kota negara yang saat ini bukan lagi jadi kota metropolitan, tapi sudah berubah menjadi kota megapolitan setiap tahun  mengalami penurunan permukaan tanah (sinking land/tanah tenggelam) sekitar 4 cm per tahun.

"Saya bilang malah terlambat. Tahun 1957 Presiden Soekarno sudah mau memindahkan ibu kota ke  Kalimantan Tengah.  Tahun 1990, Presiden Suharto juga mau memindahkan ibu kota ke Jonggol. Presiden SBY juga punya rencana memindahkan ke Jonggol Selatan. Jadi rencana ini sudah lama, Bayangkan setelah  seratus tahun. Sinking land bisa mencapai 400 cm atau 4 meter," Terang orang nomor satu di Kaltim ini.

Terkait kekhawatirannya terhadap posisi IKN Nusantara di Kaltim yang dinilai tidak strategis dna rawan konflik dengan Negara tetangga, Isran minta jangan diributkan cukup ambil manfaatnya saja "Itu tidak perlu khawatir, karena Malaysia dan Indonesia tidak akan terjadi konflik. Laut China Selatan juga tidak usah kita ributkan, kita ambil manfaatnya saja,"  Urai Isran dihadapan Kepala Binda Kaltim Brigjen Danni Koswara dan Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Rasyid Al Hafiz yang turut hadir. (HS/ADV/Kominfo Kaltim)


TAG

Tinggalkan Komentar

//