Bunda Literasi Kutim Umi Robiah Buka Dialog Literasi Dan WorkshopEdukasikan Karya Menulis Urgensi Literasi Menulis Hadapi Era Serba Digitalisasi

$rows[judul] Keterangan Gambar : Bunda Literasi Kutim Umi Hj Robiah, Ardiansyah Sulaiman berfoto bersama usai membuka Dialog Literasi dan Workshop “Urgensi Literasi Menulis di Era Digital”

Makineksis.com, KUTAI TIMUR - Pembekalan  wawasan dalam menghasilkan karya menulis dengan teknis secara benar  yang mengandung  makna dan unsur bernilai diedukasikan melalui gelaran Dialog Literasi dan Workshop “Urgensi Literasi Menulis di Era Digital” yang dilangsungkan oleh Forum Penulis Kutai Timur (FPKT) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, kawasan sentra perkantoran pemerintah bukit Pelangi Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur ( Kutim), dibuka langsung oleh Bunda Literasi Kutim, Umi Ir Hj Siti Robiah, Ardiansyah Sulaiman, Sabtu (15/11) 2025

Talkshow dialog  interaktif Literasi dan Workshop “Urgensi Literasi Menulis di Era Digital" juga disaksikan dan hadiri Ketua DPRD Kutim, Jimmi. ST., MT dengan mendatangkan  sejumlah narasumber ternama yakni Ordiansyah, Ani Purwati, Haidi, dan Sahari NW.

Adapun peserta Dialog Literasi dan Workshop “Urgensi Literasi Menulis di Era Digital" menyasar kalangan guru, mahasiswa, pelajar SMP‑SMA, masyarakat umum khususnya seputaran Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan.

Seperti dilansir media Makineksis.com dihari berbeda, Rabu (19/11) 2025  pelaksanaan momen itu, terbagi  dua sesi utama, hal ini dikonfirmasi langsung oleh Bunda Literasi Kutim, Umi Hj Robiah, Ardiansyah Sulaiman menguraikan pada sesi pertama para peserta diajak agar mampu menggali ide dan inspirasi menulis.

"Sedangkan sesi kedua memaparkan teknik menulis cerita fiksi mini yang disampaikan masing‑masing narasumber," jelas Umi Hj Robiah, Ardiansyah Sulaiman.

Umi Hj  Robiah, Ardiansyah Sulaiman menegaskan selama berlangsungnya diskusi interaktif sekaligus latihan praktis merupakan intisari rangkaian kegiatan, yang bertujuan memperkuat kemampuan menulis di tengah derasnya arus digital serta menumbuhkan budaya literasi yang lebih kritis dan kreatif di kalangan generasi muda di Kutai Timur.(adv/Diskominfo Staper Kutim)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)