Serius Tangani Stunting Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Luncurkan Program Stop StuntingBagian Dari 50 Program Visi Misinya

$rows[judul] Keterangan Gambar : Bupati Kabupaten Kutim serah terima plakat piagam kepada ketua PKK Kutim Ny Hj Robiah Ardiansyah Sulaiman

Makineksis.com, Kutai Timur - Sebelum lebih jauh mengulas upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) dibawah kepemimpinan Bupati Kutim, drs H Ardiansyah Sulaiman M.Si  bersama Wakil Bupatinya, H Mahyunadi SE MS.i  didalam mendeteksi dini terhadap Keluarga Beresiko Stunting, dapat dipahami terlebih dahulu apa itu stunting, seperti ringkasan kutipan sebagai berikut

Keterangan foto : Bupati Kutim, H Ardiansyah Sulaiman pukul gong tandai diluncurkannya program stop stunting 

Stunting adalah  gagal tumbuh pada anak di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan lebih pendek dari standar usianya. Kondisi ini dapat berdampak pada perkembangan otak, kecerdasan, dan kesehatan fisik jangka panjang, serta dipicu oleh pola asuh yang buruk, pola makan tidak seimbang, sanitasi buruk, dan infeksi berulang. Pencegahan stunting sangat penting dilakukan sejak kehamilan dan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui pemenuhan gizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang anak. 
Penyebab stunting

• Gizi kronis: Kekurangan gizi pada ibu selama kehamilan dan pada anak setelah lahir yang berkelanjutan.

• Infeksi berulang: Anak yang sering sakit akibat sanitasi buruk, seperti diare dan infeksi cacing usus, dapat mengganggu penyerapan gizi. 

• Pola asuh: Pola asuh yang kurang baik juga dapat berkontribusi pada stunting. 
Dampak stunting

• Perkembangan fisik: Tinggi badan lebih pendek dari usia, pertumbuhan tulang terhambat, dan lebih mudah lelah.

• Perkembangan otak: Menurunnya kecerdasan dan gangguan belajar.

• Kesehatan jangka panjang: Risiko lebih tinggi terkena diabetes, obesitas, dan penyakit jantung di masa dewasa. 
Cara mencegah stunting

• Pola makan: 
Berikan makanan bergizi seimbang, mulai dari ibu hamil hingga anak. ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI yang bergizi. 

• Sanitasi dan kebersihan: 
Jaga kebersihan lingkungan dan pastikan ketersediaan air bersih untuk mencegah infeksi. 

• Posyandu: 
Pantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin di Posyandu, terutama tinggi dan berat badan, untuk deteksi dini. 

• Nutrisi tambahan: 
Berikan suplemen vitamin A, zat besi, yodium, dan kalsium jika diperlukan sesuai anjuran dokter. 

• Kesehatan ibu: 
Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang serta berolahraga rutin untuk mendukung tumbuh kembang janin. 


Keterangan foto : Antusias mendengarkan pidato sambutan stop stunting

Permasalahan keluarga beresiko stunting, menjadi perhatian serius oleh Bupati H Ardiansyah Sulaiman M.Si, yang turut totalitas mendapatkan dukungan penuh dari Ketua TP PKK Kabupaten Kutim, Ny Ir Hj Siti Robiah, Ardiansyah Sulaiman sekaligus Bunda Pendidikan Usia Dini (PAUD) yang merupakan mitra satu kesatuan dengan Pemkab Kutim baik dalam pencegahan serta penanganannya yang dapat terus dikoloborasikan melalui berbagai sosialisasi di 18 kecamatan.

"Dalam penanganan pencegahan upaya stunting membutuhkan kepedulian bersama dalam mengutamakan kesehatan keluarga di Kutim," terang Bupati H Ardiansyah Sulaiman


Keterangan foto : Bupati H Ardiansyah Sulaiman menyalami Ketua TP PKK Kabupaten Kutim Ny Hj Siti Robiah yang turut menyukseskan bersama launching stop stunting 

Bupati H Ardiansyah Sulaiman  salah satu terobosan dalam penanggulangan maka, selepas memimpin upacara Sumpah Pemuda di halaman Kantor Pemerintahan Kabupaten Kutim,  Selasa (28/10) 2025, agenda orang nomor satunya di pemerintahan berlanjut melaunching stop stunting di Gedung Serba Guna (GSG) Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta - Kutim.

"Dari 50 program,  sangat terkait erat dengan janji kampanye kami, Ardiansyah-Mahyunadi (ARMY) selama emban priode 2025 - 2030 mendatang. Saya berharap stop stunting dalam realisasinya menyentuh 18 kecamatan," beber H Ardiansyah Sulaiman

Pada kesempatan itu, H Ardiansyah Sulaiman mengucapkan rasa terima kasih mendalamnya kepada LAN - RI ( Lembaga Administrasi Negara  Republik Indonesia) maupun LAN Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

"Sebelum diluncurkan stop stunting, segala sesuatunya telah saya perhitungkan, agar pelaksanaannya berjalan maksimal," terang H Ardiiansyah Sulaiman


Keterangan foto : Bupati H Ardiansyah Sulaiman  serahkan plakat piagam

Ardiiansyah Sulaiman mengungkapkan stop stunting dapat memberikan manfaat berdampak positif.

"Terutama sebagai langkah, menurunkan jumlah angka stunting secara signifikan," jelas Bupati.

Sebelumnya, Bupati telah juga melaunching pelayanan program cap jempol pendidikan baik informal dan non formal.

"Dari penilaian saya , hasil pencapaiannya dari cap jempol pendidikan itu, sangat luar biasa sekali didapati banyak pondok-pondok pesantren (ponpes) serta kelompok - kelompok belajar merasakan manfaat sekaligus terbantu. Tak sedikit juga lintas sektoral pendidikan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada saya mewakili Pemkab Kutim," ucap Bupati H Ardiansyah Sulaiman.

"Kami juga sudah berkoordinasi kepada BPPKB, artinya dari hasil pertemuan itu saudara - saudara sekalian tidak lagi menyiapkan guru. Nantinya tutor yang hadir terutama pada program cap jempol dapat langsung ke Disdik karena memang sudah menjadi kewenangannya," urai orang  nomor satunya di Pemkab Kutim.

Bupati menjelaskan, pelayanan
pendidikan cap jempol berlaku gratis.

"Termasuk juga kepada setiap orang yang ingin mendapatkan paket A, B den C , sekali lagi tidak dikenakan biaya  dalam pengurusannya," kata Bupati H Ardiansyah Sulaiman.

Bupati H Ardiansyah Sulaiman mengatakan dari banyaknya  program layanan yang telah bersama - sama dilaunching tidak akan maksimal berjalan tanpa adanya dukungan, koloboritas, sinergjnitas secara bersama terlebih Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta mitra terkait.

"Perlu saya tekankan bahwasannya pola kerja sama, koloboritas, sinergjnitas berkelanjutan terbangun oleh tim percepatan penurunan stunting," imbuh Bupati.

Bupati menganggap perlu terbangunnya komunikasi dalam menindaklanjuti pencegahan penanganan stunting wajib dijalankan seirama dan bersama - sama, maka dari itulah lagi- lagi, ia ingatkan kuncinya budayakan kebiasaan koloborasi dan sinerginitas bersama agar pada pencapaian tujuannya terutama menurunkan frekuensi stunting di Kabupaten Kutim dapat tercapai maksimal.

"Sekali lagi saya berterima kasih ke semua pihak yang bekerja sama memberikan kontribusinya dalam menurunkan angka stunting termasuk keluarga beresiko stunting di Kutim, dengan adanya progres stunting cap jempol ini, juga berfek pada sumber daya manusia pembangunan serta edukasi. Selain itu pentingnya dalam menyosialisasikan  di 18 kecamatan terhadap program cap jempol stop stunting," ungkap Bupati H Ardiansyah Sulaiman

Bupati H Ardiansyah Sulaiman mengajak, bersama - sama mewujudkan keluarga yang sejahtera, generasi tangguh terbebas dari stunting berangkat dari pembenahan keluarga beresiko stunting  sekaligus  sebagai langkah pasti mendukung program visi misi pasangan kepala daerah priode 2025 - 2030, ARMY.

"Demi masa depan lebih baik menjadikan Kutim Hebat, Generasi Emas Indonesia Tahun 2045" tuturnya.

Ia menambahkan, inovasi proyek
perubahan cap jempol stop stunting merupakan  strategi koloborasi untuk penanganan keluarga beresiko stunting secara sah dan resmi.

"Alhamdulillah telah bersama - sama kita launching, semoga berkelanjutan dan sukses," tandas Bupati H Ardiansyah Sulaiman.(aji/rin) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)