0882022044248
KUtim

Rakernas Pelti 2026 Bahas Arah Baru Pembinaan dan Suksesi Kepemimpinan

$rows[judul]

Meditama.id, BALIKPAPAN — Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) memanfaatkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 sebagai forum konsolidasi untuk merumuskan arah pembinaan dan program strategis ke depan. Kegiatan yang digelar di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, sejak 30 April hingga 3 Mei itu diikuti 29 pengurus provinsi dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum PP Pelti, Nurdin Halid, menyampaikan bahwa agenda utama Rakernas mencakup evaluasi pelaksanaan program sepanjang 2025 serta penyusunan rencana kerja 2026. Selain itu, forum juga membahas pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan organisasi.

Menurut Nurdin, Pelti akan menitikberatkan pembinaan atlet sejak usia dini dengan sistem yang terstruktur dan berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga regenerasi sekaligus meningkatkan daya saing atlet tenis Indonesia di level internasional.

Di sisi lain, Nurdin juga memastikan adanya percepatan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) guna memilih ketua umum baru. Ia menyatakan tidak akan kembali mencalonkan diri karena ingin fokus menjalankan tugasnya sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.

Dukungan terhadap penguatan cabang olahraga tenis juga datang dari pemerintah. Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kemenpora, Usman Ali Mustofa, mengungkapkan bahwa tenis tengah diusulkan masuk dalam cabang olahraga unggulan melalui revisi Peraturan Presiden tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Usman menekankan bahwa status tersebut harus diiringi dengan peningkatan prestasi, termasuk target menembus Olimpiade. “Penetapan sebagai cabang unggulan harus dibuktikan dengan capaian nyata. Kami berharap tenis mampu melahirkan atlet berkelas dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Hukum KONI Pusat, Widodo Sigit Pudjianto, menilai peluang tenis Indonesia untuk bersaing di level internasional cukup terbuka. Ia mengacu pada hasil SEA Games terakhir, di mana Indonesia mengoleksi tiga medali emas dan enam perunggu.

“Capaian ini menjadi modal penting. Tinggal bagaimana pembinaan dilakukan secara konsisten agar prestasi terus meningkat,” katanya.

Ketua panitia Rakernas, M. Jafar Hafsah, menambahkan bahwa partisipasi 29 pengurus provinsi mencerminkan komitmen kuat dalam memajukan tenis nasional. Ia berharap Rakernas ini menghasilkan keputusan strategis yang mampu memperkuat sistem pembinaan di seluruh daerah.

“Melalui Rakernas ini, kami ingin memastikan arah kebijakan Pelti semakin jelas dan berdampak pada peningkatan prestasi tenis Indonesia,” tutupnya. (tim)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)