Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi potensi dampak fenomena El Nino tahun 2026. Langkah antisipasi ini disusun melalui rapat koordinasi strategis bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV, guna menjamin keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat.
Direktur Utama PTMB, Dr. Saharuddin, MM, menyampaikan bahwa pihak BWS merekomendasikan pemanfaatan tiga bendali atau bendungan pengendali yang tersebar di daerah aliran sungai, yaitu Bendali 1, Bendali 3, dan Bendali 4, sebagai sumber suplai tambahan untuk mendukung ketahanan air baku.
"Kami tidak hanya mengandalkan satu sumber, tetapi memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Bendali-bendali ini akan berperan penting sebagai penyangga saat debit air utama mengalami penurunan," ujar Saharuddin, Rabu (6/5/2026).
Dari sisi operasional, PTMB telah menyiapkan skema penyesuaian distribusi yang terukur. Apabila kapasitas produksi turun di bawah 70 persen dari kondisi normal, akan diberlakukan sistem penggiliran distribusi secara bertahap dari wilayah hulu ke hilir. Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan tetap merata ke seluruh wilayah.
Sebagai langkah darurat, PTMB juga menyiagakan sekitar 30 unit mobil tangki air yang akan dikerahkan ke berbagai kecamatan. Mobilisasi ini akan difokuskan pada wilayah prioritas, seperti kawasan dengan elevasi tinggi, wilayah terjauh, serta objek vital seperti rumah sakit dan fasilitas pelayanan publik lainnya.
Tidak hanya strategi jangka pendek, PTMB juga memperkuat upaya jangka menengah melalui optimalisasi sumber air alternatif. Upaya tersebut meliputi identifikasi dan reaktivasi sumur bor yang tidak aktif, pembangunan dua sumur bor baru di kawasan Gunung Tembak dan Jalan Mufakat, serta optimalisasi bendali eksisting. Bahkan, PTMB bersama BWS membuka peluang pengusulan anggaran tambahan ke pemerintah pusat untuk pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur air bersih.
Saharuddin menekankan bahwa kesiapan teknis harus berjalan seiring dengan penguatan komunikasi dan kesadaran masyarakat.
"Kami ingin masyarakat memahami bahwa kondisi ini adalah tantangan bersama. Dengan penggunaan air yang lebih bijak, kita bisa menjaga agar distribusi tetap merata dan tidak terjadi krisis yang lebih besar," jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, PTMB bersama BWS akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk menyampaikan imbauan resmi terkait penghematan penggunaan air, sekaligus memperkuat literasi publik mengenai dampak El Nino.
Masyarakat diimbau untuk mulai menerapkan perilaku hemat air sejak dini, seperti mengurangi penggunaan air berlebih, menampung air saat distribusi mengalir, serta memanfaatkan air secara efisien dalam aktivitas sehari-hari.
"Dengan langkah yang terencana dan kesadaran kolektif, kita bisa menghadapi El Nino ini dengan lebih siap dan tetap melayani masyarakat secara optimal," tutup Saharuddin. (*/bie)

.jpg)
