Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Upaya pembenahan lingkungan di Kelurahan Gunung Samarinda (GSM) tak hanya difokuskan pada pembangunan jalan dan drainase. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara, kini mulai mendorong penguatan fasilitas pelayanan publik, khususnya layanan kesehatan masyarakat di tingkat lingkungan.
Ya, hal tersebut disampaikannya, saat menggelar dialog warga di RT 51, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, Minggu (15/3/2026).
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan pos pelayanan terpadu (posyandu) di beberapa wilayah permukiman warga. Halili menilai keberadaan posyandu sangat penting untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak.
Ia menjelaskan, pembangunan posyandu sebenarnya telah dijadwalkan dimulai pada awal Ramadan tahun ini. Namun rencana tersebut terpaksa ditunda karena tenaga kerja proyek pulang ke kampung halaman hingga setelah Hari Raya Idulfitri.
“Pembangunan sebenarnya direncanakan dimulai di awal Ramadan. Tetapi para pekerja meminta izin pulang kampung hingga setelah Lebaran, sehingga pengerjaan belum bisa dilaksanakan saat ini,” ujar Halili.
Meski demikian, politisi PKB tersebut memastikan pembangunan posyandu tetap menjadi prioritas dan akan segera direalisasikan setelah kondisi memungkinkan. Ia menegaskan bahwa pembangunan dapat dimulai selama status lahan dan administrasi telah memenuhi persyaratan.
Menurut Halili, proses pembangunan juga memungkinkan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pekerjaan dasar seperti fondasi, kemudian dilanjutkan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk melalui partisipasi masyarakat.
“Yang penting legalitas lahannya jelas. Kami siap membantu membangun, meskipun dilakukan secara bertahap dengan melibatkan partisipasi warga,” jelasnya.
Selain pembangunan posyandu, Halili juga menyoroti program pemasangan listrik gratis untuk sejumlah fasilitas umum di lingkungan warga. Program tersebut telah mulai berjalan dengan pemasangan sambungan listrik di berbagai titik.
Sejauh ini, kata dia, sedikitnya 27 fasilitas telah mendapatkan sambungan listrik, termasuk salah satu posyandu di RT 29. Kehadiran listrik tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas pelayanan masyarakat, khususnya kegiatan kesehatan ibu dan anak.
Di sisi lain, persoalan drainase juga tetap menjadi perhatian. Halili memastikan rencana pengerjaan sodetan drainase yang menghubungkan kawasan RT 41 hingga RT 26 di Gunung Samarinda akan tetap dilanjutkan.
Langkah itu dilakukan untuk mengurangi potensi genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras.
“Kami terus mendorong perbaikan drainase agar persoalan genangan dapat ditangani secara bertahap,” tuntasnya. (lex)


