Tulis & Tekan Enter
images

Harga Sembako Naik Jelang Lebaran, DPRD Balikpapan Minta Pemerintah Segera Kendalikan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Muliati, menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok yang kembali terjadi menjelang Lebaran 2026. Ia menilai lonjakan harga sembako menjelang hari besar keagamaan terus berulang setiap tahun dan perlu langkah nyata dari pemerintah untuk mengendalikannya.

Muliati mengatakan kenaikan harga bahan pokok saat Ramadan, Tahun Baru, maupun hari besar lainnya memang sudah menjadi pola yang berulang. Meski kerap dianggap hal biasa, kondisi ini tetap memberatkan masyarakat, terutama yang berpenghasilan terbatas.

“Kenaikan harga sembako saat bulan puasa atau hari besar memang sudah jadi langganan tiap tahun. Mungkin ada yang menganggap biasa, tapi bagi masyarakat yang penghasilannya terbatas, ini tetap terasa berat,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Menurut dia, situasi tersebut semakin terasa karena kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih. Di Balikpapan, pengurangan tenaga kerja di sejumlah sektor dinilai turut menekan daya beli warga.

“Tidak semua orang kondisi pekerjaannya baik-baik saja. Di Balikpapan ada pengurangan di beberapa sektor, dan ini langsung berdampak pada kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Karena itu, Muliati mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah pengendalian harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berbelanja secara berlebihan selama Ramadan. Menurutnya, perilaku konsumtif justru dapat mempercepat kenaikan harga di pasaran.

“Kami sebagai wakil rakyat akan terus menyuarakan ini. Pemerintah perlu hadir dengan solusi konkret agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam,” tegasnya.

Muliati berharap lonjakan harga bahan pokok menjelang Lebaran hanya bersifat sementara dan dapat kembali stabil setelah momentum Ramadan berlalu, sehingga masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah, tidak semakin terbebani.

“Mudah-mudahan harga segera kembali normal. Yang paling kita pikirkan adalah mereka yang penghasilannya pas-pasan, jangan sampai makin terbebani,” tutupnya. (ang)



Tinggalkan Komentar

//