Tulis & Tekan Enter
images

Margo Mulyo Perkuat Pelestarian Mangrove Berbasis Edukasi

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Upaya menjaga kelestarian kawasan mangrove di Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya mengandalkan kerja bakti warga, kelurahan kini menggandeng relawan lingkungan, kelompok nelayan, hingga lembaga pendidikan untuk terlibat aktif dalam menjaga ekosistem pesisir.
Sekretaris Lurah Margo Mulyo, Hendra Agestha Hamid, mengatakan bahwa sinergi ini menjadi strategi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Pelestarian mangrove tidak bisa dilakukan sendiri. Harus melibatkan banyak pihak agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Salah satu fokus utama dalam program ini adalah edukasi kepada generasi muda. Kelurahan mendorong keterlibatan pelajar agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan langsung pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami ingin anak-anak sekolah ikut turun langsung, menanam mangrove dan membersihkan sampah di pesisir. Dengan begitu, mereka punya pengalaman dan kepedulian sejak dini,” jelas Hendra.

Kegiatan ini telah beberapa kali dilaksanakan sepanjang tahun, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, komunitas lingkungan, serta sekolah-sekolah di sekitar wilayah tersebut.
Tak hanya penanaman mangrove, peserta juga dibekali pelatihan sederhana terkait pemilahan sampah dan pengelolaan limbah plastik rumah tangga. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi pencemaran yang berpotensi merusak ekosistem pesisir.

Menurut Hendra, pendekatan edukatif ini terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Antusiasme warga semakin terlihat, apalagi ketika kegiatan melibatkan relawan dan pelajar. Jadi bukan sekadar bersih-bersih, tapi juga menanamkan nilai kepedulian lingkungan,” katanya.

Ke depan, Kelurahan Margo Mulyo berencana mengembangkan kawasan mangrove sebagai zona edukasi lingkungan. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi tempat belajar terbuka bagi pelajar maupun masyarakat umum tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Hendra menegaskan, keberlanjutan program menjadi kunci utama keberhasilan pelestarian mangrove.

“Kalau kolaborasi ini terus berjalan, Margo Mulyo bisa menjadi contoh bagaimana wilayah pesisir mampu memadukan partisipasi warga dan dunia pendidikan dalam menjaga lingkungan,” tutupnya.(ref)



Tinggalkan Komentar

//