Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan menghimpun zakat fitrah dari petugas dan warga binaan selama periode 13 hingga 19 Maret 2026, dengan total terkumpul sekitar Rp4,2 juta.
Pengumpulan dilakukan secara terkoordinir melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dibentuk di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, menyebutkan bahwa pengumpulan zakat fitrah ini difasilitasi langsung oleh UPZ Rutan Balikpapan yang beroperasi di Masjid Asy-Syuhada.
Kegiatan tersebut juga melibatkan kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Balikpapan.
“Rutan Balikpapan memfasilitasi penerimaan zakat fitrah bagi petugas dan warga binaan,” ujar Agus, dikutip Jumat (20/3/2026).
Pembentukan UPZ tersebut didasarkan pada keputusan bernomor 01/SK-UPZ/BAZNAS-BPP/III/2025 sebagai bentuk komitmen dalam pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Keberadaan UPZ dinilai menjadi langkah untuk menata proses penghimpunan zakat agar lebih sistematis di lingkungan rutan.
Agus menjelaskan, zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap umat Muslim yang harus ditunaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dengan adanya UPZ, proses pengumpulan hingga penyaluran diharapkan dapat berjalan lebih tertib serta tepat sasaran.
"Kami mengoordinasikan pengumpulan zakat secara sistematis dari petugas dan warga binaan selama beberapa hari pelaksanaan," kata dia.
Zakat yang telah terkumpul selanjutnya akan disalurkan melalui Baznas Kota Balikpapan untuk didistribusikan kepada para mustahik sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Penyaluran melalui lembaga resmi ini dilakukan agar distribusi zakat dapat menjangkau pihak yang berhak secara lebih terukur.
Selain itu, pihak rutan juga memandang kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian sosial di lingkungan internal, baik bagi petugas maupun warga binaan.
Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan keimanan sekaligus memperkuat empati sosial.
Melalui pelaksanaan yang berlangsung selama hampir sepekan ini, Rutan Balikpapan menargetkan pengelolaan zakat yang lebih tertib sekaligus mendorong partisipasi aktif dari seluruh elemen di dalamnya.
"Kami berharap zakat yang dihimpun tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi yang membutuhkan," tambah Agus. (zyn)


