Kaltimkita.com, SAMARINDA — Seorang teknisi pemanas air tenaga surya atau biasa disebut Solar Water Heater bernama Sunarjo (55) meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai tiga sebuah rumah di kawasan Perumahan Mediterania, Jalan MT Haryono, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.
Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 09.00 WITA itu sempat menghebohkan warga sekitar perumahan. Korban diketahui merupakan warga Jalan P Suryanata, Samarinda, yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi pemanas air tenaga surya.
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, korban saat itu tengah melakukan perbaikan instalasi pemanas air tenaga surya di bagian atas bangunan rumah seorang diri, sementara rekan kerjanya berada di bawah bangunan.
Rekan kerja korban, Agus Siswoyo, mengatakan sebelum kejadian dirinya masih melihat korban bekerja seperti biasa di lantai atas rumah tersebut.
“Korban memang biasa memperbaiki pemanas air tenaga surya. Saat itu saya berada di bawah, sedangkan beliau bekerja sendiri di atas,” kata Agus.
Ia mengaku baru mengetahui insiden tersebut beberapa menit kemudian setelah melihat korban sudah tergeletak di bawah bangunan.
“Sekitar 15 menit kemudian baru diketahui korban sudah jatuh,” ujarnya.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas Polresta Samarinda bersama Tim Inafis kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.
Perwira Pengendali (Pamapta I) Polresta Samarinda Ipda Mat Bahri mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti korban terjatuh.
“Korban saat itu sedang memperbaiki solar cell pemanas air. Untuk penyebab jatuhnya masih dalam pendalaman, termasuk kemungkinan adanya faktor lain,” kata Mat Bahri.
Menurut dia, korban bekerja di lantai tiga bangunan dengan ketinggian diperkirakan sekitar 20 meter dari permukaan tanah. Korban diduga meninggal dunia akibat benturan keras setelah terjatuh.
Petugas kepolisian selanjutnya melakukan identifikasi sebelum jenazah korban dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk penanganan lebih lanjut.
Selain melakukan olah TKP, polisi juga memeriksa sejumlah saksi guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
Mat Bahri mengimbau masyarakat, khususnya pekerja teknis yang melakukan aktivitas di ketinggian, agar selalu mengutamakan keselamatan kerja dan menggunakan perlengkapan pengaman.
“Kami mengimbau pekerja agar menggunakan perlengkapan keselamatan dan tidak bekerja sendirian untuk menghindari kecelakaan kerja,” pungkasnya. (Hyi)


