Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – PT Pelni Cabang Balikpapan meningkatkan sosialisasi kepada calon penumpang kapal di Pelabuhan Semayang untuk mencegah praktik percaloan tiket.
Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan, Ridwan Mandaliko, mengatakan pihaknya terus mengingatkan pemudik agar tidak membeli tiket melalui perantara yang tidak resmi.
Menurutnya, pihaknya tegas menolak praktik percaloan dalam sistem penjualan tiket kapal.
“Intinya, kami sangat menolak praktik percaloan. Bahkan di lingkungan kami sendiri tidak ada jalur seperti itu,” ujar Ridwan, dikutip Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, Pelni telah menyediakan berbagai jalur resmi bagi masyarakat yang ingin membeli tiket kapal, baik melalui layanan daring maupun loket resmi di pelabuhan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan call center khusus yang dapat dihubungi oleh calon penumpang.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah menyediakan call center 162 agar masyarakat bisa membeli tiket jauh-jauh hari dan melalui aplikasi,” katanya.
Selain itu, Pelni juga menyediakan aplikasi Pelni Mobile yang dapat digunakan masyarakat untuk membeli tiket kapal secara daring tanpa harus melalui pihak ketiga.
Melalui aplikasi tersebut, calon penumpang dapat memesan tiket secara langsung sesuai jadwal pelayaran yang tersedia.
Di area terminal penumpang Pelabuhan Semayang Balikpapan, petugas Pelni juga secara rutin menyampaikan berbagai informasi kepada calon penumpang yang sedang menunggu keberangkatan kapal.
“Kami juga selalu melakukan memantau di ruang tunggu terminal penumpang dan terus mengumumkan berbagai informasi kepada calon penumpang,” jelas Ridwan.
Pengumuman tersebut antara lain berkaitan dengan ketersediaan tiket kapal serta berbagai informasi yang perlu diketahui penumpang sebelum melakukan perjalanan.
Ridwan mengatakan, informasi mengenai ketersediaan tiket kerap disalahgunakan oleh pihak tertentu untuk menawarkan jasa perantara kepada calon penumpang.
“Kadang-kadang ada informasi dari calo yang mengatakan tiket sudah habis, padahal sebenarnya tiket masih ada,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pelni terus menyampaikan kondisi sebenarnya kepada penumpang agar mereka tidak mudah percaya dengan informasi dari pihak yang tidak dikenal.
Selain melalui pengumuman di terminal, Pelni juga menyebarkan berbagai materi sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial dan saluran informasi lainnya. Materi tersebut berisi imbauan agar masyarakat membeli tiket melalui jalur resmi yang telah disediakan.
“Jika ada laporan mengenai praktik calo, masyarakat bisa melaporkannya melalui call center 162,” kata Ridwan.
Menurutnya, apabila terdapat indikasi praktik percaloan di lingkungan pelabuhan, pihak keamanan bersama sejumlah petugas akan segera menindaklanjutinya.
Ridwan menambahkan, selama alokasi kursi kapal masih tersedia, penumpang yang datang langsung ke loket tetap akan dilayani.
Namun jika kapasitas kapal telah dinyatakan penuh oleh pihak Syahbandar, maka penumpang yang belum mendapatkan tiket akan diarahkan untuk menggunakan jadwal keberangkatan kapal berikutnya.
“Jadi setiap penumpang yang datang ke loket akan kami layani selama masih ada alokasi kursi. Jika tidak, kami akan mengarahkan penumpang tersebut ke jadwal kapal berikutnya,” tutup Ridwan.
Diberitakan sebelumnya, seorang calon penumpang kapal di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, mengalami kerugian sekitar Rp2 juta setelah diduga menjadi korban penipuan tiket oleh seorang calo saat arus mudik Lebaran 2026.
Kasus tersebut kini ditangani Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan setelah korban melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kompol Yusuf, mengatakan laporan penipuan tersebut sudah diterima dan polisi kini tengah memburu pelaku yang diduga terlibat.
“Sekarang ini sudah ada satu laporan kasus penipuan. Kami sudah mengetahui pelakunya,” kata Kompol Yusuf, Jumat (13/3/2026).
Menurut Yusuf, korban awalnya didatangi seseorang yang menawarkan tiket kapal seperti calo di area pelabuhan.
Tanpa menaruh curiga, korban kemudian menyerahkan uang untuk membeli tiket perjalanan.
Namun setelah pembayaran dilakukan dan waktu keberangkatan semakin dekat, orang yang menawarkan tiket tersebut justru menghilang.
“Modusnya menawarkan tiket seperti calo. Setelah orang mau berangkat, mereka hilang,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pemudik yang menggunakan jalur laut agar lebih berhati-hati saat membeli tiket di kawasan pelabuhan, terutama dari pihak yang tidak dikenal.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket kapal melalui jalur resmi yang telah disediakan oleh operator kapal, serta tidak tergiur tawaran tiket dari pihak yang tidak jelas.
Jika menemukan atau mengalami tindakan penipuan maupun tindak kriminal lain di kawasan pelabuhan, masyarakat diminta segera melapor kepada petugas kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami mengimbau masyarakat membeli tiket melalui sistem resmi yang sudah ditentukan dan menghindari orang-orang yang menawarkan tiket secara mudah,” pinta Yusuf. (zyn)


