Kaltimkita.com, SAMARINDA – Di Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah/ 2023 M ini Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengatakan Salah satu prinsip yang selalu dipegang oleh Nabi Ibrahim beserta keluarganya adalah selalu berdoa. Hati bisa mengalami kekotoran, namun kotornya hati bukanlah dengan debu, tapi hati menjadi kotor bila ada sifat-sifat kesukaan kepada hal-hal yang bernilai dosa, padahal dosa seharusnya dibenci dan dijauhi.
"Bila dosa kita sukai, apalagi sampai kita lakukan, maka jalan terbaik adalah bertobat, bila kita ingin bersih kembali. Dan hati yang bersih akan membuat seseorang menjadi sensetif terhadap dosa, karena dosa adalah kotoran yang merusak jiwa. Karena itu Nabi Ibrahim As sampai berdoa agar jangan sampai hatinya kotor, karena hal itu akan membuatnya menjadi terhina, apalagi pada hari kiamat," tandasnya.Prinsip hidup yang harus diambil dari Nabi Ibrahim As dan keluarganya adalah tidak menyombongkan diri atas kebaikan yang dilakukan.
Sebab dalam kehidupan banyak orang baik merasa paling baik, bahkan merasa sebagai satu-satunya orang atau kelompok yang baik, begitu pula merasa sebagai orang paling benar, atau satu-satunya yang benar.Nabi Ibrahim As menceritakan kepada anaknya Ismail As bahwa dalam mimpinya dirinya menyembelih Nabi Ismail, dan menjawab agar ayahnda mengerjakan apa yang diperintahkan Allah SWT kepadanya.
"Apa yang dikatakan Nabi Ismail As menunjukkan Ia seorang hamba, seorang remaja dengan kepribadian yang matang. Dia langsung menangkap perintah Allah SWT dari cerita mimpi ayahnya. Bahkan ia siap melaksanakannya dengan segala konsekuensinya, yang amat mengagungkan adalah ia mengatakan Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar," ungkap Wagub. Masjid Al Amin Desa Bangun Rejo Tenggarong Seberang, pada Hari Raya Idul Adha 1444 H ini, memotong 7 hewan kurban, terdiri 4 ekor kambing dan 3 ekor sapi yang satu ekor diantaranya adalah sumbangan Wagub Hadi Mulyadi. (adv/diskominfo)


