KaltimKita.com, BALIKPAPAN - KONI Kaltim baru saja meresmikan 10 cabor baru. Adalah Ju-jitsu, Bela Diri Amatir, Esport, Kurash, Triathlon, Kick Boxing, Sambo serta tiga cabor lama Angkat Berat, Angkat Besi dan Bina Raga. Selain provinsi, tentu kepengurusan di masing-masing daerah juga terbentuk.
Ya rencananya kesepuluh cabor tersebut, akan melaksanakan prakualifikasi menuju Porprov 2022 Berau. Nah agar setiap daerah bisa berpartisipasi, terlebih dahulu wajib terdaftar di KONI daerah masing-masing.
Termasuk Balikpapan, para cabor tersebut sejatinya belum masuk menjadi bagian anggota KONI. Padahal ada beberapa yang akan menghelat prakualfikasi di awal tahun. Sambo salah satunya, rencananya prakualifikasi akan terlaksana di akhir Februari.
”Kami rencana akan melakukan prakualifikasi antara akhir Februari atau awal Maret. Kalau belum terdaftar, tentu tidak bisa berpartisipasi,” kata Sekretaris Umum Pengcab Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Balikpapan Drs Mudahirin kepada KaltimKita.com, Senin (11/1/2021).
Untuk itu, dia pun berharap para cabor baru bisa segera masuk dalam agenda Rapat Anggota Tahunan (RAT). Atau minimal di plenokan agar bisa terdaftar anggota dan mengikuti prakualifikasi.
Selain Sambo, Ketua Umum Pengcab Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Balikpapan Ishak juga berharap cabornya bisa segera terdaftar sebagai anggota. “Kami rencananya prakualifikasi awal April. Berharap bisa segera terdaftar sebagai anggota KONI,“ harap Ishak.
Melihat keinginan cabor, Kepala Bidang Organisasi KONI Balikpapan, Muhammad Irfan mengatakan KONI Balikpapan selaku bidang organisasi sudah berkomunikasi dengan Bidang Organisasi KONI kaltim. Dalam penyampaiannya, memang diminta agar KONI kabupaten atau kota yang belum melakukan RAT, untuk segera dilaksanakan. Karena dalam RAT tersebut juga diminta untuk melakukan pembahasan terhadap 10 cabor.
”Terlebih dahulu, tentu verifikasi dulu. Setelah itu hasilnya dibawa ke RAT untuk persetujuan seluruh anggota KONI, apakah diterima atau tidak jadi anggota,“ kata M Irfan.
Jika mengacu tahun lalu, RAT bisa terlaksana pada Februari. Tapi semua itu butuh persiapan-persiapan. Termasuk melaksanakan rapat pleno terlebih dahulu.
Disisi lain, KONI Kaltim juga berharap awal tahun bisa dilaksanakan RAT, mengingat ada beberapa cabor baru yang harus melaksanakan prakualifikasi di awal tahun.
Maka dari itu, Irfan menjelaskan bidang Organisasi mengusulkan kepada unsur pimpinan agar RAT bisa kembali dilaksanakan Februari. ”Semua tergantung pengurus inti. Tinggal kapan waktunya akan dibicarakan di rapat pleno. Karena RAT persiapan harus matang,” katanya.
RAT, kata dia memang tidak hanya sekadar membahas penerimaan cabor baru saja. Tetap didalamnya membahas anggaran terkait cabor, program pembinaan dan program kerja di bidang lain. ”Jadi semua harus disiapkan baik. Agar RAT itu mendapatkan hasil maksimal. Apalagi tahun ini ada prakualifikasi dan Porprov 2022,” pungkasnya. (tim)