Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Korban dugaan pembunuhan di kawasan Jalan MT Haryono, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, diketahui berinisial AS (19) asal Sepaku, PPU.
Dia tewas diduga akibat luka tikaman saat tengah bekerja di sebuah toko kelontong pinggir jalan.
Laporan insiden ini masuk ke pihak kepolisian sekitar pukul 11.40 Wita setelah warga sekitar geger melihat kondisi korban.
Kapolsek Balikpapan Utara, AKP Agus Fitriadi, menegaskan bahwa AS merupakan korban murni tindak pidana penikaman.
Dia mematahkan spekulasi liar yang sempat beredar di lokasi kejadian terkait motif di balik tewasnya pemuda tersebut.
"Informasi bahwa kejadian ini akibat perampokan atau perebutan warisan itu tidak benar, ini murni merupakan kasus penikaman," tegas AKP Agus.
Hingga saat ini, polisi berupaya mengungkap alasan di balik tindakan yang merenggut nyawa remaja belasan tahun tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tidak ada barang berharga di toko yang hilang, sehingga dugaan motif dendam atau masalah pribadi kini menjadi atensi.
"Hanya untuk motifnya, kami akan mencoba mendalaminya lebih lanjut," tambah Agus.
Dalam proses penyelidikan yang berlangsung, polisi telah membawa empat orang saksi untuk dimintai keterangan.
Pengamatan di lokasi, dari empat saksi yang diperiksa tersebut, salah satunya merupakan sosok yang dicurigai kuat sebagai terduga pelaku penikaman.
"Kami sudah mengamankan (terduga pelaku), namun masih membutuhkan waktu untuk mendalami," jelasnya lagi.
Selain memeriksa para saksi, kepolisian juga mengandalkan bukti digital berupa rekaman CCTV dari area toko untuk membedah detik-detik peristiwa maut tersebut.
Beberapa barang milik korban seperti baju dan topi juga telah dibawa sebagai barang bukti pendukung.
Lokasi kejadian saat ini masih tertutup untuk umum dan dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih dalam terhadap pelaku dan motifnya.
Terpisah, Ketua RT 08 Gunung Samarinda Baru, Bambang Sriwaluyo, mengatakan informasi awal sempat menyebutkan perampokan. Namun, kondisi di lokasi justru menunjukkan indikasi lain.
"Motifnya bukan perampokan, katanya mungkin dendam, karena barang-barang berharga tidak ada yang dibawa," ujar Bambang.
Korban diketahui pekerja di toko kelontong tersebut. Ia disebut sebagai penyewa baru dan belum tercatat sebagai warga RT setempat karena belum melapor secara administrasi. (zyn)


