Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Kebijakan Pemerintah Kota Balikpapan dalam menertibkan penjualan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah mendapat dukungan dari wilayah kecamatan. Camat Balikpapan Barat, Erwin Dahri, menilai langkah ini penting untuk menjaga ketertiban lingkungan sekaligus kenyamanan warga.
Menurut Erwin, aktivitas penjualan hewan kurban setiap tahun memang membawa dampak ekonomi positif, namun kerap menimbulkan persoalan di lapangan jika tidak diatur dengan baik. Mulai dari kemacetan, kebersihan, hingga penggunaan fasilitas umum yang tidak semestinya.
“Penjualan hewan kurban ini kegiatan rutin yang sangat dinantikan masyarakat. Tapi kalau tidak ditata, bisa menimbulkan gangguan, baik dari sisi lalu lintas maupun kebersihan lingkungan,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Ia menegaskan, pihak kecamatan siap mendukung penuh implementasi Surat Edaran Wali Kota dengan melakukan pengawasan di tingkat kelurahan. Koordinasi dengan lurah, RT, hingga aparat terkait akan diperkuat untuk memastikan pedagang mematuhi aturan, terutama soal perizinan dan lokasi berjualan.
“Kami di kecamatan akan mengawal ini. Lurah dan RT juga kami minta aktif melakukan monitoring, agar tidak ada pedagang yang membuka lapak sembarangan,” jelasnya.
Erwin menambahkan, selain pengawasan, pendekatan persuasif juga menjadi kunci dalam penerapan kebijakan ini. Sosialisasi kepada para pedagang terus dilakukan agar mereka memahami pentingnya izin resmi serta penempatan lokasi yang sesuai.
Menurutnya, banyak pedagang sebenarnya bersedia mengikuti aturan selama mendapatkan informasi yang jelas sejak awal.
“Kami lebih mengedepankan edukasi. Pedagang harus paham bahwa aturan ini bukan untuk mempersulit, tapi untuk kebaikan bersama,” katanya.
Ia juga mengimbau agar pedagang memperhatikan aspek kesehatan hewan dan kebersihan lingkungan. Penanganan limbah kotoran, penyediaan kandang yang layak, serta tidak menggunakan fasilitas umum secara sembarangan menjadi hal yang harus dipatuhi.
Lebih lanjut, Erwin menekankan bahwa penertiban ini juga bertujuan melindungi kenyamanan warga, khususnya di kawasan padat penduduk di Balikpapan Barat.
“Kami ingin masyarakat tetap nyaman beraktivitas. Jangan sampai ada bau menyengat atau jalan yang terganggu karena lapak kurban,” tegasnya.
Ia berharap para pedagang dapat bekerja sama dengan pemerintah agar kegiatan penjualan hewan kurban tahun ini berjalan lebih tertib dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, Balikpapan Barat ditargetkan menjadi contoh wilayah yang mampu mengelola aktivitas kurban secara rapi, bersih, dan tetap mendukung geliat ekonomi lokal.(ref)


