Hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa efek domino bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Balikpapan.
Arif Fadillah
Sebagai kota penyangga yang berdampingan dengan IKN, Balikpapan paling merasakan dampak dari pembangunan IKN.
Salah satu yang merasakan yakni Kampoeng Timoer, oleh-oleh khas Kota Balikpapan. Makanan ringan berupa peyek kepiting itu mampu menjadi daya tarik wisatawan yang saat berkunjung ke tanah Borneo.
Selayaknya peyek pada umumnya, dengan rasa khas kepiting membuat Kampoeng Timoer kebanjiran orderan. Gilang Ma'ruf Fauji, owner Kampoeng Timoer awal mula meluncurkan produk peyek kepiting karena banyaknya daging kepiting yang mendapatkan penolakan dari eksportir.
Balikpapan sendiri merupakan salah satu daerah pengekspor daging kepiting ke luar daerah hingga luar negeri. Namun sebelum diekspor, daging kepiting mesti disortir terkait kelayakan.
"Awal berdirinya itu terinspirasi dengan banyaknya daging kepiting reject di Kota Balikpapan. Karena Balikpapan terkenal dengan penghasil kepitingnya 10 kota terbesar di Indonesia," kata Gilang.

Makanan ringan peyek kepiting menjadi daya tarik wisatawan yang saat berkunjung ke tanah Borneo.
Dia pun tak ingin membuang peluang. Daging kepiting reject itu dimanfaatkannya menjadi peyek kepiting. Bahannya tepung beras, bawang putih, kencur dan tentunya daging kepiting. Butuh waktu berbulan-bulan untuk menemukan rasa yang bisa diterima masyarakat Balikpapan.
Saat ini Kampoeng Timoer banyak memproduksi makanan ringan lainnya. Selain peyek kepiting, juga ada stik kepiting, abon, keripik, hingga kepiting saos lada hitam. Pembelinya pun beragam, selain dari dalam negeri juga sampai ke berbagai negara di Asia.
"Produk yang kami hasilkan adalah pelopor di Indonesia bahkan dunia yang mengolah peyek kepiting ini. maka dari itu kita memiliki ciri khas pelopor di Indonesia yang membedakan dari yang lain," jelasnya.
Dampak IKN pun sangat dirasakan Kampoeng Timoer. Saat perayaan HUT RI ke-79 pada 17 Agustus 2024 lalu. Tamu VIP dari kementerian dan BUMN pun memesan Kampoeng Timoer sebagai buah tangan. Total 200 paket pesanan dari IKN saat itu.
"Untuk produksi Kampoeng Timoer semenjak ada IKN alhamdulillah meningkat, karena produk kami ini yang paling dicari karena merupakan ciri khas Balikpapan dan ibu kota Nusantara. Sehingga ketika ada berkunjung ke IKN pasti mampir ke Kampoeng Timoer. Untuk 17 Agustus kemarin alhamdulillah diambil oleh Hotel Nusantara sebagai jamuan tamu VIP sebanyak 100 paket dan menambah lagi untuk pengiriman di UMKM sekitar IKN sebagai mercanhdise di sana," jelasnya.
Gilang bersama Kampoeng Timoer-nya pun kini menargetkan peningkatan produksi agar dapat memenuhi kebutuhan pasar di seluruh Indonesia. (*)


