Tulis & Tekan Enter
images

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin (Hyi/Kaltimkita.com)

Dinkes Kaltim Siapkan 18 Nakes Dampingi Jemaah Haji, Pastikan Kondisi Sehat Hingga Kepulangan

Kaltimkita.com SAMARINDA — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur memastikan kesiapan 18 tenaga kesehatan untuk mendampingi jemaah haji asal Kaltim yang keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama sudah dimulai pada 26 April 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan seluruh tenaga medis yang ditugaskan telah melalui serangkaian pelatihan, baik teknis maupun terintegrasi, guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal selama ibadah haji berlangsung.

“Pelatihannya sudah kita laksanakan, baik pelatihan teknis maupun pelatihan terintegrasi. Seluruhnya sudah siap, baik tenaga medis, tenaga kesehatan, termasuk tenaga penunjang lainnya,” ujar Jaya saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27/4/2026). 

Ia menjelaskan, keberadaan tim medis ini menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kesehatan jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air. 

Menurutnya, aspek kesehatan menjadi syarat utama bagi calon jemaah haji.

“Dalam pengelolaan kesehatan, salah satu persyaratan utama adalah sehat atau istithaah. Dan kesehatan itu bukan hanya fisik, tetapi juga lingkungan. Itu yang kita prioritaskan,” katanya.

Jaya menyebutkan, dari total tenaga kesehatan yang disiapkan, sebanyak 18 orang berasal dari Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). 

Selain itu, terdapat pula dukungan tenaga kesehatan lain mengingat embarkasi Balikpapan melayani beberapa provinsi.

“Kalau dari TKHI kita siapkan ada 18 orang. Karena embarkasi kita melayani empat provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara, maka kemungkinan ada tambahan tenaga dari daerah lain,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa tenaga kesehatan yang tergabung dalam petugas kloter akan mendampingi jemaah sejak di embarkasi hingga kembali ke daerah asal.

“Kalau petugas kloter haji, otomatis mereka mendampingi mulai dari embarkasi sampai debarkasi. Setelah itu, diserahkan kembali ke dinas kesehatan masing-masing untuk dilakukan pemantauan selama 14 hari hingga satu bulan,” ujarnya.

Terkait ketersediaan obat-obatan dan layanan kesehatan selama di Tanah Suci, Jaya menegaskan hal tersebut telah menjadi bagian dari sistem pelayanan terpadu yang disiapkan pemerintah pusat.

“Itu merupakan bagian dari pelayanan yang disiapkan, baik oleh Kementerian Haji maupun Kementerian Kesehatan. Sekarang layanan kesehatan haji sudah terintegrasi,” katanya.

Menurut dia, Dinas Kesehatan daerah juga berperan dalam mendukung koordinasi lintas kementerian demi memastikan jemaah memperoleh layanan kesehatan yang optimal selama menjalankan ibadah haji.

"Dengan kesiapan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap seluruh jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.'' pungkasnya. (hyi)



Tinggalkan Komentar

//