TANJUNG REDEB - Armada dan sarana prasarana (sarpras) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau yang menjadi kendala dalam pelayanan, sudah diusulkan peremajaannya di Anggaran Belanja Tambahan (ABT) mendatang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (BPBD) Berau, Nofian Hidayat menjelaskan, peremajaan alat sangat dibutuhkan dalam menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu terjadi. Karena dengan sarana yang lebih memadai, maka kinerja yang dihasilkan pun akan jauh lebih maksimal.
Anggota Komisi I DPRD Berau Falentinus Keo Meo menyebut, pemerintah daerah juga perlu melirik BPBD. Sebab selain pembangunan fisik untuk kenyamanan masyarakat, peremajaan alat penunjang juga harus diperhatikan.
Apalagi, BPBD juga sering mengalami kendala saat menjalankan tugas lantaran tak optimalnya sarpras yang bekerja. Misalnya, selang penyemprot yang sendat atau selang yang sudah banyak kebocoran.
"Karena ini kebutuhan untuk semua, bagaimana BPDB bisa kerja maksimal jika tidak didukung dengan peralatan yang baik,” tegasnya.
Mendengar akan diajukan di ABT tahun ini, dirinya pun berharap agar anggaran tersebut bisa terserap maksimal dan alat yang sudah diajukan bisa teralisasi.
"Saya sudah sering berbicara soal ini (alat BPBD) semoga saja bisa kebutuhan itu bisa teralisasi di tahun ini," tandasnya.
Disebutkan Nofian, sejumlah perlengkapan yang perlu diremajakan diantaranya alat pemadam kebakaran, perlengkapan Search and Resque (SAR) beserta armadanya, baik itu SAR darat maupun SAR air. Selain itu peralatan climbing (tali pendaki) juga dinilai penting. (adv)


