Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Untuk mengantisipasi El Nino yang akan memicu ancaman kekeringan dan kebakaran lahan yang bisa berdampak langsung ke kehidupan warga.
Kecamatan Balikpapan Barat mengingatkan, langkah sederhana seperti hemat air dan tidak membakar lahan bisa menjadi penentu keselamatan bersama di tengah cuaca ekstrem.
Perubahan cuaca akibat fenomena ini ditandai dengan suhu yang semakin panas dan berkurangnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat, terutama di wilayah yang rentan terhadap kekeringan dan kebakaran lahan.
Camat Balikpapan Barat, Erwin, menegaskan bahwa situasi ini tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, dampak El Nino bisa meluas jika masyarakat tidak mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini.
“Ini bukan sekadar cuaca panas biasa. Kalau kita lengah, kebakaran lahan dan krisis air bisa terjadi dan berdampak langsung ke masyarakat,” ujar Erwin, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu langkah paling penting yang bisa dilakukan warga adalah menghemat penggunaan air bersih. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menampung air hujan selama masih tersedia sebagai cadangan menghadapi musim kering yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama.
Di sisi lain, Erwin juga memberikan peringatan tegas terkait aktivitas pembakaran lahan. Ia menekankan bahwa kebakaran besar sering kali berawal dari api kecil yang tidak terkendali, terutama saat kondisi tanah dan vegetasi dalam keadaan kering.
“Jangan pernah membakar lahan, sekecil apa pun apinya. Dalam kondisi seperti ini, api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan,” tegasnya.
Selain ancaman lingkungan, dampak El Nino juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat. Cuaca panas ekstrem dapat meningkatkan risiko dehidrasi, sementara asap dari kebakaran lahan bisa memicu gangguan pernapasan.
Karena itu, warga diminta untuk menjaga kondisi tubuh dengan cukup mengonsumsi air dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu berada di titik tertinggi.
“Jangan tunggu sakit. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dan jaga kesehatan keluarga,” tambah Erwin.
Pemerintah Kecamatan Balikpapan Barat menilai kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menghadapi potensi dampak El Nino. Kesadaran kolektif dinilai mampu menekan risiko yang lebih besar, baik dari sisi lingkungan maupun kesehatan.
Melalui langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama, diharapkan Balikpapan Barat tetap aman dan terkendali meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan. (ref)


.jpg)