Tulis & Tekan Enter
images

KTR di Baru Ilir Mulai Berbuah, Edukasi PKK Dorong Perubahan Perilaku Warga

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Program Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kelurahan Baru Ilir mulai menunjukkan hasil nyata. Perubahan perilaku warga terlihat dari meningkatnya kesadaran untuk tidak merokok di dalam rumah dan beralih ke area yang telah ditentukan.
Lurah Baru Ilir Junaidi menyebut peran kader PKK menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong perubahan tersebut. Melalui edukasi yang rutin dilakukan di tingkat lingkungan, pesan tentang bahaya asap rokok pasif semakin dipahami warga.

“Dari pengamatan ibu-ibu PKK, sekarang bapak-bapak kalau merokok sudah keluar rumah. Itu artinya ada perubahan kebiasaan yang cukup baik,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

714bf268-20ab-4665-93b6-8ef6c6cd9652

Menurutnya, pendekatan berbasis keluarga menjadi strategi efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan. Kader PKK yang aktif di tengah masyarakat dinilai mampu menjangkau langsung rumah tangga dan memberikan pemahaman secara persuasif.

Selain edukasi langsung, kelurahan juga memanfaatkan media komunikasi seperti grup WhatsApp RT dan pemasangan banner sebagai pengingat visual di ruang publik. Langkah ini bertujuan memperkuat pesan agar warga tetap mematuhi aturan yang telah disepakati bersama.
Di sisi lain, penerapan KTR juga diperkuat melalui contoh dari internal pemerintah. Di lingkungan kantor kelurahan, aturan larangan merokok di dalam ruangan diberlakukan tanpa pengecualian. Pegawai yang merokok diarahkan menggunakan pojok khusus yang telah disediakan.

“Kalau di kantor sudah jelas aturannya. Tidak boleh merokok di dalam ruangan, harus di tempat yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Junaidi menambahkan, perubahan ini memang belum diukur secara kuantitatif melalui survei, namun indikasi di lapangan menunjukkan tren positif. Di beberapa RT, warga mulai disiplin menggunakan area khusus merokok dan menghindari aktivitas tersebut di dalam rumah.

Program ini merupakan bagian dari kebijakan yang mengacu pada panduan World Health Organization dalam menciptakan lingkungan sehat bebas asap rokok. Implementasinya juga terhubung dengan penilaian Kawasan Sehat Tanpa Rokok (KSTR) oleh dinas terkait.
Ke depan, kelurahan akan terus memperkuat sosialisasi agar kesadaran ini tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Dengan dukungan warga dan konsistensi edukasi, Kelurahan Junaidi optimistis program KTR dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan lingkungan.(ref)



Tinggalkan Komentar

//