Tulis & Tekan Enter
images

Kadiskominfo Balikpapan, Erriansyah Haryono

Laporan Darurat Mendominasi, Pemkot Balikpapan Perkuat Sistem 112 Terpadu

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus mengoptimalkan layanan panggilan darurat 112 sebagai saluran pengaduan masyarakat. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Balikpapan, partisipasi warga dalam memanfaatkan layanan tersebut disebut terus meningkat, meski edukasi penggunaan masih perlu diperkuat.

Kepala Diskominfo Balikpapan, Erriansyah Haryono, mengungkapkan sekitar 60 persen laporan yang masuk melalui layanan 112 berkaitan dengan persoalan kebencanaan dan kondisi darurat di lingkungan masyarakat.

“Sebagian besar laporan yang kami terima terkait kondisi darurat di lapangan. Misalnya ada pohon tumbang, listrik mati, air tidak mengalir, bahkan ada laporan ular masuk ke rumah. Semua laporan itu langsung kami teruskan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Selain itu, sekitar 40 persen laporan lainnya juga didominasi persoalan kedaruratan dan pelayanan publik. Hal tersebut menunjukkan masyarakat mulai memahami fungsi 112 sebagai saluran cepat untuk melaporkan situasi mendesak.

Namun demikian, Erriansyah menilai budaya pelaporan masyarakat masih perlu ditingkatkan. Edukasi terkait penggunaan layanan darurat secara tepat menjadi pekerjaan rumah bersama agar masyarakat tidak ragu ataupun salah memanfaatkan layanan tersebut.

“Memang budaya masyarakat kita masih perlu edukasi. Kami ingin masyarakat semakin paham kapan harus menggunakan 112 dan bagaimana menyampaikan laporan secara jelas agar penanganan bisa lebih cepat,” katanya.

Ke depan, Pemkot Balikpapan berencana mengintegrasikan layanan 112 ke dalam sistem command center atau pusat kendali kota. Dengan integrasi tersebut, seluruh laporan masyarakat akan terhubung secara terpadu sehingga koordinasi antar-OPD dapat berjalan lebih efektif dan respons penanganan menjadi lebih cepat.

“Tujuannya agar semua laporan terpusat dan terintegrasi. Dengan begitu, tidak ada lagi laporan yang tercecer, dan penanganan bisa dilakukan secara terkoordinasi,” jelasnya.

Penguatan sistem ini, lanjutnya, menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis digital serta pelayanan publik yang responsif.

Pemerintah Kota Balikpapan pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan 112 secara bijak. Partisipasi aktif warga dalam melaporkan kondisi darurat dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kota yang tanggap, aman, dan peduli terhadap sesama. (rep)



Tinggalkan Komentar

//