Tulis & Tekan Enter
images

Lurah Margo Mulyo Aris Yanuar Wibowo bersama warga menggelar gotong royong menjaga kebersihan lingkungan

Lurah Margomulyo Ajak Warga RT 39 Perkuat Gotong Royong dan Waspada Kemarau

Kaltimkita.com BALIKPAPAN – Suasana gotong royong warga RT 39 Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, terasa berbeda dari biasanya. Selain antusiasme warga yang tetap tinggi, kegiatan tersebut juga dihadiri langsung Lurah Margomulyo, Aris Yanuar Wibowo, bersama istri dan anak-anaknya yang turut memantau aktivitas kebersihan lingkungan.

Kehadiran Aris di tengah warga menjadi bentuk dukungan terhadap semangat kebersamaan masyarakat RT 39 yang dinilai konsisten menjaga budaya gotong royong. Ia pun memberikan apresiasi kepada warga yang dinilai selalu kompak dalam setiap kegiatan lingkungan.

“Saya apresiasi warga RT 39 yang selalu kompak gotong royong dipimpin Bu RT Neneng. Kekompakan seperti ini harus terus dipertahankan,” kata Aris, Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus RT, melainkan kewajiban seluruh warga. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya membangun kesadaran kolektif agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk ditempati.

Aris bahkan melontarkan candaan kepada warga dengan menyebut istilah “jagal” yang diplesetkan dari kalimat “jagalah kebersihan”.

Menurutnya, slogan sederhana tersebut justru mudah diingat dan dapat menjadi pengingat bersama agar masyarakat terus menjaga lingkungan.

“Kalau ada frasa jagal dari potongan kata jagalah kebersihan itu sudah tepat,” ujarnya sambil tersenyum.

Tidak berhenti di situ, Aris kembali melontarkan plesetan lain yang disambut tawa warga. Ia mengajak masyarakat menjaga “Kang Ramli”, singkatan dari kampung ramah lingkungan yang menurutnya cocok disematkan untuk RT 39.

“Boleh toh saya plesetkan juga Kang Ramli,” kelakarnya sembari bercengkerama akrab dengan warga.

Di balik suasana santai tersebut, Aris juga menyampaikan pesan serius terkait potensi musim kemarau yang diprediksi mulai berlangsung pada Mei hingga Juni 2026 berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia mengingatkan warga untuk mulai bersiap menghadapi berbagai dampak yang mungkin terjadi, mulai dari krisis air bersih hingga gangguan kesehatan.

“Saya sudah bertemu jajaran anggota DPRD dan direksi PDAM untuk melakukan mitigasi kemarau dengan mempersiapkan ancaman krisis air bersih. Makanya mulai sekarang warga harus memiliki bak penampungan karena kemarau diperkirakan akan panjang,” jelasnya.

Selain persoalan air bersih, Aris juga mengingatkan warga menjaga kondisi kesehatan selama musim kemarau. Ia meminta masyarakat memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi aktivitas luar ruangan apabila tidak terlalu penting.

“Informasinya akan ada panas ekstrem dan udara kering berdebu. Sebaiknya gunakan masker, terutama anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis seperti gangguan paru,” pesannya.

Melalui kegiatan gotong royong tersebut, Pemerintah Kelurahan Margomulyo berharap budaya kebersamaan warga tetap terjaga sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim kemarau tahun ini. (ref)



Tinggalkan Komentar

//