Tulis & Tekan Enter
images

Kelurahan Margasari berhasil menghadirkan inovasi pertanian unik berbasis hidroponik.

Rawa Bening, Inovasi Hidroponik Warga Pesisir Margasari Manfaatkan Air Hujan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Di tengah padatnya kawasan permukiman atas air di Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat, warga justru berhasil menghadirkan inovasi pertanian unik berbasis hidroponik.

Program tersebut diberi nama Rawa Bening, singkatan dari Rain Water and Urban Farming, yang memanfaatkan air hujan sebagai sumber utama media tanam.

Program ini lahir dari kolaborasi masyarakat bersama Pemerintah Kelurahan Margasari dengan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Pertamina. Inovasi tersebut menjadi solusi atas keterbatasan lahan yang selama ini menjadi tantangan masyarakat pesisir.
Lurah Margasari, Hendra Jaya Prawira, menjelaskan kondisi geografis wilayah yang didominasi rumah di atas air membuat warga sulit menerapkan pertanian konvensional menggunakan tanah.

“Karena keterbatasan tanah, warga memanfaatkan air hujan sebagai pengganti air tanah. Jadi hidroponik ini benar-benar disesuaikan dengan kondisi wilayah kami,” kata Hendra saat ditemui media, Jumat (8/5/2026).

5486e955-c3d5-4a60-9ce0-7cd594b02744

Menurutnya, program Rawa Bening kini telah berjalan di dua RT, dengan pusat kegiatan berada di RT 30 yang telah memiliki greenhouse sederhana sebagai lokasi budidaya tanaman hidroponik.
Berbagai jenis sayuran seperti bayam dan sawi dibudidayakan oleh kelompok ibu rumah tangga yang sebelumnya mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara bertahap.

“Program ini sudah berjalan sekitar tiga tahun. Pengelolanya mayoritas ibu-ibu yang memang kami latih dan dampingi. Hasil panennya ada yang dijual dan ada juga yang dikonsumsi sendiri oleh warga,” ujarnya.

Tak hanya menghasilkan sayuran segar, warga juga mulai mengembangkan produk olahan berbahan dasar hasil panen hidroponik. Di antaranya keripik bayam dan stik sayur yang diproduksi secara rumahan.
Produk tersebut bahkan mulai dikenal luas dan kerap dipesan dalam berbagai kegiatan perusahaan, khususnya Pertamina yang turut membina program tersebut melalui CSR.

“Pertamina sering memesan hasil olahan warga untuk acara mereka, karena produk ini termasuk binaan CSR mereka juga,” jelas Hendra.

Ia menilai keberadaan program Rawa Bening membawa dampak lebih luas daripada sekadar aktivitas bercocok tanam. Menurutnya, program tersebut turut membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir agar tetap bersih dan produktif.

“Dulu ada ruang-ruang kosong yang kurang dimanfaatkan. Sekarang warga mulai melihat bahwa lingkungan sekitar bisa dijadikan tempat yang produktif dan bernilai ekonomi,” katanya.

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, hidroponik berbasis air hujan ini juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan di kawasan pesisir.
Program Rawa Bening pun menjadi contoh bagaimana kreativitas masyarakat mampu menghadirkan solusi dari keterbatasan. Di tengah sempitnya ruang permukiman atas air, warga Margasari membuktikan bahwa ketahanan pangan tetap bisa tumbuh melalui inovasi sederhana yang ramah lingkungan.(ref)



Tinggalkan Komentar

//