Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Suasana di TPU Batakan tetap ramai peziarah, Sabtu (21/3/2026).

Usai Salat Id, TPU Batakan Balikpapan Tetap Ramai di Hari Lebaran

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Hari pertama Lebaran biasanya diisi dengan silaturahmi dan kumpul keluarga.

Namun bagi Rudi (34), pagi itu dimulai dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Batakan, Kecamatan Balikpapan Timur, Sabtu (21/3/2026). 

Rudi bukan warga Balikpapan. Ia datang dari Samarinda sejak malam sebelumnya, khusus untuk bisa berziarah ke makam ibunya.

Ia bahkan sengaja memilih lokasi salat Id yang tidak jauh dari TPU. Jarak rumah kerabat tempatnya menginap ke pemakaman sekitar 11 kilometer. Tujuannya agar tidak terlalu jauh saat ingin berziarah.

"Biar sekalian dekat," katanya.

Usai salat, Rudi langsung menuju makam ibunya. Ia membawa bunga tabur dan sebotol air mineral. Tidak ada percakapan panjang, hanya beberapa kali ia membersihkan daun kering di atas pusara.

"Tahun ini beda. Biasanya habis salat langsung pulang, ibu sudah siapin makanan," imbuhnya. 

Ibunya meninggal pada akhir tahun lalu. Ini menjadi Lebaran pertama tanpa sosok yang selama ini jadi pusat keluarga.

Di TPU Batakan, suasana pagi ini tetap tak kalah ramai dari hari-hari sebelum lebaran. Kendaraan keluar masuk, peziarah berdatangan silih berganti. Sebagian bersama keluarga, sebagian datang sendiri.

Aktivitasnya hampir seragam: membersihkan makam, menabur bunga, lalu berdoa. Tidak banyak interaksi antar pengunjung. Kebanyakan fokus pada makam yang mereka datangi.

Bagi Rudi, ziarah kali ini bukan lagi sekadar rutinitas tahunan. "Kalau dulu ya ikut saja. Sekarang rasanya beda," katanya.

Selain Rudi, ada peziarah lain Hartati (42). Ia tahu persis letak makam ayahnya. Petak ketiga dari pohon kamboja di sudut kiri. 

Dia mengaku baru sempat berziarah karena ada kesibukan pekerjaan. "Memang rutin ziarah, cuma biasanya sebelum Lebaran. Sekarang baru sempat habis salat id," katanya.

Dari luar TPU, tampak pedagang bunga tabur terlihat berseliweran. Ada yang memajang stand di pintu masuk dan keluar makan. Momen Lebaran dimanfaatkan sebagai waktu paling ramai dalam setahun.

"Dari pagi sudah ada terus yang beli," kata salah seorang pedagang.

Meski ramai, tidak semua bagian TPU dipenuhi pengunjung. Beberapa makam tampak tanpa bunga baru atau bekas siraman air.

Menjelang siang, sebagian kembali melanjutkan agenda Lebaran di rumah masing-masing.

Seperti Rudi dan Hartati. Keduanya hanya sekitar 15 menit berdiam depan malam sebelum beranjak meninggalkan area pemakaman. Ia merapikan sandalnya, lalu berjalan keluar. (zyn)



Tinggalkan Komentar

//