Kaltimkita.com, SAMARINDA – Sebanyak 30 pasang calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mengikuti proses seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026. Para peserta merupakan perwakilan terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim yang sebelumnya telah lolos seleksi di daerah masing-masing.
Seleksi yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Timur itu mulai berlangsung sejak Minggu (3/5) dan diikuti total 60 peserta atau 30 pasang putra-putri.
Sekretaris Kesbangpol Kaltim, Ahmad Firdaus Kurniawan, mengatakan setiap kabupaten dan kota mengirimkan tiga pasang peserta untuk mengikuti tahapan seleksi di tingkat provinsi.
“Setiap kabupaten dan kota mengirimkan tiga pasang atau enam orang terdiri dari putra dan putri. Jadi total peserta yang mengikuti seleksi awal sebanyak 60 orang atau 30 pasang,” ujarnya saat ditemui, Kamis (7/6/2026).
Firdaus menjelaskan, para peserta harus melewati sejumlah tahapan ketat sebelum dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi.
Seleksi dimulai dari pemeriksaan tinggi badan sebagai syarat utama, kemudian dilanjutkan dengan tes ideologi dan kemampuan akademik.
“Seleksi dilakukan bertahap. Di hari-hari awal fokus pada pemeriksaan tinggi badan, kemudian dilanjutkan tes Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PWK), Tes Inteligensia Umum (TIU), tes psikologi hingga pemeriksaan kesehatan menyeluruh,” katanya.
Tak hanya itu, kemampuan fisik dan kedisiplinan peserta juga menjadi perhatian utama tim seleksi. Para calon Paskibraka diwajibkan mengikuti tes Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan kesamaptaan jasmani guna memastikan kesiapan mereka menjalankan tugas pengibaran bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan RI mendatang.
Menurut Firdaus, dari total 60 peserta tersebut nantinya akan dipilih empat orang terbaik dari masing-masing kabupaten dan kota untuk bertugas di tingkat provinsi. Dengan demikian, total anggota Paskibraka Provinsi Kaltim yang terpilih sebanyak 40 orang.
“Jadi total nanti ada 40 orang yang akan bertugas di tingkat provinsi, hasil seleksi dari 10 kabupaten dan kota,” jelasnya.
Selanjutnya, 40 peserta terpilih itu kembali akan menjalani tahapan penyaringan untuk menentukan dua pasang terbaik yang bakal mewakili Kaltim di seleksi Paskibraka tingkat nasional.
Firdaus berharap pelaksanaan seleksi tahun ini berjalan lebih optimal dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, mekanisme seleksi kini semakin matang setelah beberapa tahun berada di bawah koordinasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP.
Ia juga menyoroti persoalan tinggi badan yang selama ini masih menjadi kendala bagi sejumlah peserta saat mengikuti seleksi nasional.
“Sekarang kita lebih selektif sejak awal agar peserta yang dikirim ke tingkat nasional benar-benar memenuhi seluruh kriteria,” pungkasnya. (Hyi)


