KaltimKita.com, BALIKPAPAN – Nasib Persiba Balikpapan berada di ujung tanduk. Tim berjuluk Beruang Madu kini hanya memiliki dua pilihan, bertahan di kasta kedua atau kembali terdegradasi ke Liga 3.
Baru semusim merasakan atmosfer Liga 2, skuad asuhan Leonard Tupamahu harus berjuang di babak playoff degradasi setelah gagal mengumpulkan poin maksimal sepanjang musim. Persiba akan bertandang ke markas Persekat Tegal di Stadion Tri Sanja, Jumat (8/5/2026).
Jelang laga krusial tersebut, Pelatih Persiba Leonard Tupamahu menegaskan fokus utama tim saat ini adalah membangun mental dan kesiapan psikologis pemain.
“Pada dasarnya persiapan yang kami lakukan sudah cukup baik. Hal yang paling penting dan paling dasar yang saya siapkan adalah faktor psikologi pemain,” ujar Leo Tupamahu saat konferensi pers, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, seluruh pemain harus memahami bahwa pertandingan melawan Persekat menjadi laga penentuan nasib Persiba musim ini.
“Saya pikir mereka semua harus tahu bahwa besok adalah pertandingan yang sangat penting, tidak ada lagi pertandingan selanjutnya. Jadi itu yang saya tekankan, mereka harus siap dan bertarung habis-habisan semata-mata untuk membawa Persiba tetap berada di Liga 2 musim depan,” katanya.
Ia memastikan para pemain yang dibawanya dalam kondisi siap tempur dan tidak ingin mencari alasan apa pun menjelang pertandingan.
“Tidak ada alasan lagi, tidak ada alasan panas atau apa pun. Yang pasti kami akan mengupayakan dan mengerahkan segala kemampuan dan tenaga untuk berjuang besok,” tegasnya.
Selain kesiapan mental, ia juga mengaku telah menyiapkan strategi khusus menghadapi Persekat. Kondisi cuaca panas di sore hari menjadi salah satu faktor yang diperhatikan tim pelatih.
“Strategi pasti sudah kami siapkan. Dengan situasi yang ada, terutama cuaca yang lumayan panas di sore hari, pemain harus pintar menjaga tempo permainan,” jelasnya.
Ia menilai pertandingan berpotensi berjalan ketat hingga melewati waktu normal. Karena itu, pengaturan ritme permainan menjadi perhatian utama.
“Pertandingan bisa saja berjalan lebih dari 90 menit. Jadi pemain harus pintar mengatur tempo bermain mereka. Di latihan kami sudah menyiapkan rencana-rencana yang diinstruksikan pelatih,” ucap Leonard.
Meski enggan membeberkan detail strategi, mantan pemain Persija Jakarta itu memastikan seluruh keputusan telah disepakati bersama demi satu target, yakni menyelamatkan Persiba dari degradasi.
“Yang pasti segala keputusan dan strategi sudah kami sepakati. Kami akan berjuang habis-habisan besok,” tutupnya. (and)


