Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Setelah aksi unjuk rasa jilid II yang digelar oleh Gabungan Aliansi Kota Minyak di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan pada Jumat (28/2/2025) sore.
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menyatakan siap untuk mengakomodir 10 tuntutan yang diajukan oleh para mahasiswa. Aksi ini menjadi kelanjutan dari unjuk rasa sebelumnya yang belum berhasil bertemu dengan pimpinan DPRD.
Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi tersebut, melalui juru bicara Triondy Kawutu, menyampaikan berbagai tuntutan yang mencakup masalah kebijakan pemerintah pusat dan isu lokal yang dirasakan masyarakat Balikpapan.
“Beberapa poin penting kami sampaikan yakni menolak Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2025 dan penghentian program Makan Bergizi Gratis. Serta juga menuntut pengawasan lebih ketat terhadap jalan tol IKN-Balikpapan dan memperbaiki dampak lingkungan yang ditimbulkan,” ucap Triondy.
Alwi menanggapi tuntutan tersebut dengan positif. Ia menjelaskan bahwa masalah yang terkait dengan kota, seperti pengawasan jalan tol dan banjir, akan diselesaikan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Sementara itu, isu yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, seperti pengadaan air bersih dan kebijakan RUU Minerba, akan dibawa langsung ke tingkat yang lebih tinggi,” lanjut Alwi.
Alwi berjanji untuk menyusun jadwal pertemuan dengan perwakilan mahasiswa agar mereka dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada pihak-pihak yang berwenang di DPR RI.
“Tuntutan terkait air bersih, misalnya, akan kami koordinasikan dengan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Sedangkan untuk banjir, kami akan melibatkan instansi terkait seperti camat, lurah, dan pengembang dalam penyelesaiannya,” ujar Alwi.
Alwi juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, meskipun untuk isu yang melibatkan kewenangan pemerintah pusat, prosesnya harus dilakukan secara resmi agar lebih efektif.
Dengan demikian, meskipun aksi mahasiswa ini berfokus pada sejumlah tuntutan yang lebih luas, DPRD Balikpapan siap memastikan dialog tetap berjalan untuk memperjuangkan solusi yang tepat bagi masyarakat. (rie)