KaltimKita.com, TANJUNG REDEB - Ancaman penularan penyakit di Berau kembali menjadi sorotan setelah meningkatnya kasus beberapa bulan terakhir. Kondisi ini memantik perhatian
Anggota Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong, yang menilai langkah pencegahan dini belum berjalan maksimal di lapangan.
Peri menegaskan bahwa kecepatan respons Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau menjadi kunci utama sebelum penyakit menyebar lebih luas.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujarnya.
.
Ia menilai, minimnya edukasi membuat sebagian besar masyarakat belum memahami risiko dan gejala awal penyakit menular. Karena itu, ia mendesak Dinkes agar tidak menunda program edukasi publik.
Menurutnya, tanpa pembekalan informasi yang memadai, warga akan selalu berada selangkah di belakang dalam menghadapi ancaman kesehatan.
Peri berharap Dinkes dapat menunjukkan aksi nyata, bukan sekadar menunggu lonjakan kasus baru sebelum bertindak.
Dengan pencegahan yang efektif, ia optimistis risiko penularan dapat ditekan sedini mungkin.
“Karena edukasi di masyarakat itu sangat penting. Dinkes harus rutin menggelar sosialisasi agar kesadaran masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap segala jenis penyakit bisa semakin meningkat,” pungkasnya. (adv)


