Tulis & Tekan Enter
images

Kadinsos Balikpapan, Edy Gunawan

Angka Kemiskinan Balikpapan Terendah, Dinas Sosial Fokus Targetkan Warga Rentan Naik Kelas

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Angka kemiskinan di Balikpapan tercatat hanya 1,97 persen. Termasuk yang paling rendah di Kalimantan maupun Indonesia. Namun bukan berarti santai dan terbuai, target menurunkan angka kemiskinan masih menjadi PR utama.

Pemkot Balikpapan menggelontorkan sejumlah bantuan sosial kepada warga yang memiliki ekonomi rentan. Kepala Dinas Sosial Edy Gunawan mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan OPD terkait dan perusahaan. 

Caranya dengan memberikan diklat pelatihan sampai membentuk kelompok usaha bersama (KUBE). “Ini diberikan kepada kelompok rentan, termasuk wanita rawan sosial ekonomi,” katanya pada Rabu (15/4/2026). 

Misalnya bantuan pelatihan pembuatan makanan dan minuman hingga usaha sembako. Selain KUBE, Dinas Sosial memberi bantuan sosial berdasarkan desil. Ada 26 kriteria bagi warga penerima manfaat. 

Setiap desil mendapat jenis bantuan yang berbeda setiap kebutuhan. “Sekarang ada 90 orang per bulan yang mendapat bantuan kebutuhan dasar,” sebutnya. Dia berharap, nantinya jumlah penerima bantuan bertambah.

Dinas Sosial melibatkan RT, kelurahan, dan kecamatan agar penerima manfaat tepat sasaran. Semua harus turun bersama ke lapangan mendata secara langsung. 

“Mereka yang mendapat bantuan ini juga harus naik kelas dengan bantuan modal maupun peralatan,” sebutnya. Warga bukan hanya mendapat bantuan uang terus menerus dan akhirnya manja. 

“Jadi penerima bantuan ini harus ada graduasi,” sebutnya. Seperti di Balikpapan Barat, mereka mendapat pelatihan untuk meningkatkan taraf hidup dengan pembuatan makanan dan minuman. 

Akhirnya mereka dapat membangun usaha sampai turut mempekerjakan tetangga sekitar. “Tapi usaha seperti ini butuh kolaborasi antar OPD berperan masing-masing,” tuturnya.

Sementara untuk masalah sosial lainnya di Balikpapan yang kerap muncul adalah orang terlantar. Walau mereka berada di Balikpapan, biasanya karena setelah mencari keberuntungan di daerah lain. 

“Mereka terlantar di pelabuhan, tempat ibadah, jadi tidak berkeliaran,” imbuhnya. Ketika ada laporan orang terlantar, Dinas Sosial melakukan asesmen agar jangan sampai ini tindakan sengaja. 

Sebab antisipasi ini bukan upaya menelantarkan diri karena ingin pulang ke kota asal secara gratis. “Sejak Januari hingga sekarang sudah ada 40 orang terlantar yang ditangani oleh Dinas Sosial,” tutupnya. (ang/ adv Diskominfo Balikpapan)



Tinggalkan Komentar

//