KaltimKita.com, BALIKPAPAN — Babak Kualifikasi (BK) tenis meja menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2025 resmi berakhir. Balikpapan sukses memenuhi target dengan tiga medali emas.
Bertanding di Gedung dr Ridwan Sport Centre RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo, Kamis (11/12/2025), emas tersebut diraih dari nomor beregu putra, ganda putra, dan ganda campuran.
Selain tiga emas, Kota Minyak juga mengoleksi satu perak dan dua perunggu. Sementara itu, Kutai Timur tampil sebagai juara umum dengan torehan empat emas, lima perak, dan lima perunggu. Samarinda menempati posisi ketiga dengan raihan satu perak dan satu perunggu.
Ketua PTMSI Balikpapan, Sudiarto, mengatakan cukup puas atas pencapaian timnya yang dinilai sesuai prediksi. “Kami puas karena target tercapai. Tiga emas, satu perak, dan dua perunggu merupakan hasil dari persiapan panjang,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui ada catatan khusus pada nomor tunggal putri yang sebelumnya menjadi kekuatan utama Balikpapan. “Di tunggal putri kami meleset. Hanya meraih perunggu. Ini akan menjadi bahan evaluasi,” jelasnya.
Usai BK Porprov, ia menambahkan beberapa atletnya akan menjalani pemusatan latihan di luar daerah untuk meningkatkan kualitas melalui sparing partner yang lebih variatif serta mengikuti beberapa kejuaraan tambahan.
“Di Porprov nanti, kami tetap memaksimalkan atlet lokal. Memang ad satu hingga dua atlet dari luar tambahan untuk memancing daya saing. Namun sebagian besar adalah atlet Balikpapan sendiri yang sudah saling mengenal karakter permainan lawan dalam berbagai event,” katanya.
Sementara itu, Manajer Tim Kutai Timur, Syahriannur Saleh, mengatakan, hasil empat emas, lima perak, dan lima perunggu sudah sesuai target awal. “Ini baru babak kualifikasi. Semua daerah pasti akan melakukan evaluasi. Insyaallah, skuad ini akan menjadi inti menuju Porprov nanti,” tuturnya.
Sementara, Sekretaris Umum PTMSI Kaltim, Amirullah, menilai persaingan BK tahun ini berlangsung sangat ketat dan merata. “Dulu kekuatan banyak terpusat di Bontang, tetapi sekarang pembinaan sudah merata. Banyak pertandingan berlangsung hingga malam dengan skor ketat. Ini menunjukkan kualitas atlet kabupaten dan kota hampir seimbang,” jelasnya.
Ia menyebut peta kekuatan kini semakin terlihat, dengan dominasi Balikpapan dan Kutai Timur di posisi teratas. “Ke depan, tujuh nomor pertandingan tetap dipertandingkan, dan daerah harus semakin matang dalam mempersiapkan atlet,” pungkasnya. (and)


