Tulis & Tekan Enter
images

Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara di depan kantor Bupati Kukar  

Belum Sebulan Menjabat, Bupati dan Wabup Kukar Didemo Tiga Kali Oleh Mahasiswa

KaltimKita.com, KutaiKartanegara - Belum genap sebulan menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kukar yang baru,namun pasangan Edi Damansyah dan Rendi Solihin sudah tiga kali didemo oleh Aliansi Keroan Mahasiswa Peduli Kukar menggelar aksi yang ke-3.
 
Sebelumnya aksi ini digelar pada 26 Februari 2021 bertepatan dengan pelantikan EDI-RENDI sebagai bupati dan wakil bupati Kukar yang baru. Lalu aksi berlanjut hingga jilid 2 pada tanggal 2 Maret 2021 dan sampai pada jilid 3 pada tanggal 8 Maret 2021 di depan Kantor Bupati Kukar.
 
Dari rangkaian aksi yang berjilid-jilid tersebut Bupati Kutai Kartanegara masih belum menemui puluhan mahasiswa.
 
Padahal pada aksi jilid kedua, demonstran menyampaikan kepada  asisten 1 yang dijabat oleh Akhmad Taufik Hidayat yang saat itu menerima massa aksi untuk segera meminta waktu  Bupati agar sekiranya mau menemui massa aksi dan berkomitmen agar rekomendasi mahasiswa itu bisa ditandatangani.
 
Kenyataannya sampai aksi itu terselenggara Bupati Kutai Kartanegara tidak bisa menemui mahasiswa. "Ini adalah kekecewaan kawan-kawan massa aksi yang di mana kami selaku mahasiswa yang menjadi penyambung lidah rakyat atau keterwakilan suara rakyat tidak ada sama sekali dipertemukan dengan Bupati," ucap Ara, Koordinator lapangan aksi.
 
Ara menambahkan bahwa Bupati Kukar, Edi Damansyah yang baru saja terpilih untuk menyediakan waktunya berdialog dengan mahasiswa. “Waktu itu jangan cuma untuk bersosialisasi demi kepentingan politiknya saja, tetapi mengapa ketika kami menjumpai di depan kantor ini malah kami diacuhi oleh Bapak Bupati. Artinya pertemuan waktu Bapak Bupati berkampanye hanya janji-janji manis saja dan sama prihalnya seperti oknum-oknum politik yang lainnya," tegas Ara.
 
Adapaun tuntutan massa aksi ada 14 poin yang disuarakan, seluruhnya merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah, seperti, pelayanan kesehatan, kualitas pendidikan, infrastruktur yang berkeadilan, dan maraknya tambang ilegal yang merusak lingkungan. (ian/bie)


TAG

Tinggalkan Komentar