Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Belasan remaja yang diamankan Polsek Balikpapan Barat usai diduga hendak tawuran dan dipulangkan ke orang tua untuk pembinaan.

Cegah Bentrokan Susulan, Polisi Petakan Titik Rawan Tawuran Remaja di Balikpapan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Serangkaian kejadian yang melibatkan remaja di Balikpapan Barat dan Balikpapan Utara mendorong Polresta Balikpapan memperkuat pengamanan berbasis pencegahan dini.

Kepolisian memetakan wilayah rawan dan meningkatkan kehadiran personel di titik-titik yang kerap menjadi lokasi berkumpul anak muda.

Kepala Satuan Sabhara Polresta Balikpapan, AKP M. Chusen, menegaskan bahwa Polri menjalankan fungsi preventif sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Menurut dia, langkah antisipatif menjadi kunci agar potensi gangguan tidak berkembang menjadi peristiwa yang meresahkan publik.

"Satuan Samapta menjalankan tugas di bidang preventif dengan melaksanakan patroli rutin di lokasi rawan dan tempat berkumpulnya remaja," ujar Chusen, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, pola patroli tidak bersifat statis. Petugas menyesuaikan waktu dan intensitas pengamanan dengan dinamika situasi di lapangan.

Selain menyusuri kawasan rawan, personel juga aktif berinteraksi dengan warga melalui patroli dialogis untuk menyerap informasi sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung.

Langkah tersebut merespons peristiwa yang terjadi belum lama ini di Balikpapan Barat.

Pada Minggu malam (18/1/2026), polisi menggagalkan rencana tawuran remaja setelah menerima laporan masyarakat tentang kerumunan yang berpotensi bentrok.

Dalam patroli tersebut, polisi mengamankan 14 remaja serta menemukan sejumlah senjata tajam dan alat berbahaya lainnya, seperti celurit dan busur.

Dalam penanganan kasus tersebut, kepolisian memilih pendekatan pembinaan dengan mengembalikan para remaja kepada orang tua untuk pengawasan bersama.

Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Perwira balok tiga itu menyebut evaluasi dari kejadian tersebut menjadi dasar peningkatan intensitas patroli di Balikpapan Barat dan Balikpapan Utara.

Polisi menempatkan perhatian khusus pada wilayah yang sebelumnya tercatat memiliki potensi gangguan keamanan.

"Setelah kejadian kemarin, kami meningkatkan patroli di sekitar lokasi kejadian, khususnya di Balikpapan Barat dan Utara," katanya.

Selain patroli, Polresta Balikpapan juga mengoptimalkan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Kepolisian mendorong warga untuk tidak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan melalui layanan kepolisian di nomor 110 agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.

"Apabila terjadi gangguan kamtibmas, masyarakat dapat segera menghubungi layanan kepolisian," jelas Chusen.

Ia menegaskan, menjaga keamanan tidak bisa hanya mengandalkan aparat; orang tua dan sekolah berperan strategis dalam komunikasi serta pengawasan remaja.

Dengan keterlibatan keluarga dan institusi pendidikan, potensi perilaku menyimpang dapat ditekan sejak dini.

Dalam memperkuat pendekatan persuasif, Satuan Samapta juga melibatkan tokoh agama dan tokoh adat melalui patroli dialogis.

Melalui kegiatan ini, kepolisian menyampaikan kondisi kamtibmas dan mengajak masyarakat berperan aktif menjaga ketertiban lingkungan 

"Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi kepolisian, masyarakat, orang tua, dan tokoh masyarakat diyakini menjaga Balikpapan tetap aman dan kondusif," pungkasnya. (zyn) 



Tinggalkan Komentar

//